Koranprabowo.id, Politik :

Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593 – 1645) adalah raja Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645. Dia mampu membawa kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627, dan sejak itu Sultan Agung menguasai Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat.

Diantara sahabatnya, Sultan Agung sangat percaya kepada Tumenggung Endranata , putra dari Tumenggung Wiraguna. Namun sayangnya, saat Sultan Agung akan memerang VOC/Belanda di Jayakarta (Batavia). Karena tergiur tawaran VOC dengan jabatan dan harta, Tumenggung membocorkan strategi perang Sultan Agung. Juga membocorkan kekuatan logistik sepanjang Mataram menuju Batavia, Belanda pun membunuh para rakyat sekitar dan membakar lumbung padi dan makanan perbekalan menuju Batavia.

Sehingga kekuatan militer Sultan Agung pun lumpuh, dan gagal menguasai Batavia, banyak pasukannya yang gugur dan mayatnya dibuang ke sungai sekitar.

Akhirnya Sultan Agung tahu siapa yang berkhianat, Tumenggung pun ditangkap dan kepalanya dipenggal. Kemudian tubuh Tumenggung dibagi menjadi tiga bagian dan dikubur di area Pemakaman Imogiri secara terpisah. Kepalanya dikubur di tengah-tengah Gapura Supit Urang, sementara kakinya dikubur di tengah kolam. Badannya dikubur di bawah tangga masih kawasan tersebut, yang ditandai anak tangga dengan permukaan tidak rata.

Hal tersebut dilakukan oleh Sultan Agung sebagai pelajaran agar setiap orang yang mengunjungi makam pasti menginjak salah satu bagian dari jasadnya. Selain itu, cara ini juga dilakukan untuk mengenang dan memperingatkan rakyatnya agar jangan sampai berani berkhianat.

PRABOWO DIANGGAP PENGKHIANAT ?

Pasca Pilpres 2024 lalu, setelah bersiteru dalam Pilpres 2014 dan 2019, Presiden Jokowi mengajak Prabowo bergabung dalam kabinetnya yaitu sebagai Menhankam. Pastinya ‘relasinya’ merasa dikhianati sedangkan mereka merasa telah ‘berbakti’ kepada Prabowo sejak thn.2014 lalu.

Mereka juga paham jika Jokowi tengah mempersiapkan Prabowo sebagai RI-1 di thn.2024-2029, mereka lupa jika Jokowi adalah ‘ahli selam – memasuki fikiran lawan tanpa harus gaduh’. Jokowi memang ahli selam/diver, atau penyelam bebas atau free diver – menyelam tanpa peralatan. 

Mereka berhitung-ulang , biarkan Prabowo masuk, sambil mereka pun mempersiapkan

#2029 , GANTI PRESIDEN.

Dan mereka kemudian bermain dengan isu Fufufafa, OCCRP – Organized Crime and Corruption Reporting Project , Ijasah UGM, Raja ampat, 4 pulau Aceh – Sumut, hingga melebar ke Pemakjulan Gibran. Jika dilihat konsepnya, mereka sebenarnya sudah ‘linglung’, tidak focus. Segaduh apapun mereka, hanya dapat simpati orang-orang mereka saja apalagi di medsos, macam betul saza. Eheheh.

Mereka salah-berhitung soal Prabowo, skore menjadi 2:0. Satu oleh Jokowi, satu oleh Prabowo. Insyaallah, Prabowo – Gibran akan senantiasa dilindungi Allah SWT hingga akhir jabatan, sebagaimana Jokowi sejak gub.DKI Jakarta thn.2012 hingga saat ini. Prabowo bagi mereka adalah pengkhianat, namun bagi kita, dia adalah salah satu putra terbaik bangsa dan negara besar ini, juga Gibran rakabuming raka dan Dedi Mulyadi.

Maka jangan ganggu mereka,

Orang Betawi bilang, ‘Lujual, gue borong sama kios-kiosnya,

‘Ehehehe.

(Red-01/Foto.ist)

https://www.instagram.com/koranprabowo.id_/profilecard/?igsh=MzB4N3g3NHJkOG15

@koranjokowi.com

@koranjokowi

GIBRAN – DEDI MULYADI2029:https://www.facebook.com/groups/1352370806000370

HOME

@.koranprabowo.id

@koranprabowo.id

KORANPRABOWO FB :https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?