Koranprabowo.id, Parekrafbud :
Tokoh pendiri Sunda Wiwitan, Pangeran Madrais / Kiai Madrais atau Pangeran Sadewa Alibassa Kusumah Widjajaningrat adalah seorang tokoh spiritual dan pencetus Sunda Wiwitan (Agama jawa Sunda) lahir di desa Susukan – Ciawigebang, Keresidenan Cirebon. Jika dalam catatan resmi Paseban Cigugur lahir pada tahun 1822, sedangkan versi pemerintah Belanda menyebut bahwa tanggal kelahirannya adalah 9 Mulud 1859. Berasal dari keluarga bangsawan Cirebon dari Keraton Gebang. Ibunya bernama Nyi Raden Kastew dan ayahnya bernama Pangeran Sutajaya Alibassa Kusumah Wijayaningrat.

Pada masa kecil, ia diasuh oleh Ki Sastrawadana, seorang kepala desa (kuwu), dan biasa dipanggil Pangeran Sadewa Alibasa, Pangeran Surya Nata, dan Pangeran Kusuma Adiningrat. Pada 1869, ia terlibat dalam peristiwa pemberontakan melawan Belanda di Tambun, Bekasi. Ia juga diyakini menuliskan ramalan yang di dalamnya meramalkan akan terjadi kerusuhan Mei thn. 1998 dan gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia thn. 2004.
Setelah Pangeran Madrais wafat thn. 1939 kemudian digantikan oleh putranya yaitu Pangeran Tedjabuana Alibassa Kusumah Widjajaningrat dengan istri bernama Ratu (Ibu) Saodah , kemudian mereka mempunyai putra bernama Pangeran Rama Jatikusuma Maniswara Tedjabuwana Alibassa Kusumah Widjayaningrat (Rama Sepuh) dan sejak thn.1978 beliau meneruskan memimpin Sunda Wiwitan

Pangeran Tedjabuana Alibassa Kusumah Widjajaningrat
Rama Sepuh kelahiran 15 Oktober 1932, dan wafat Jumat, 16 Mei 2025 (93 thn) ini juga dikenal sebagai pemimpin adat Sunda Wiwitan atau PAGUYUBAN ADAT CARA KAHURUH URANG (AKUR) di Cigugur, Kab. Kuningan , Jawa barat. Sebagai cicit dari Pangeran Madrais, ia konsisten memperjuangkan adat dan kepercayaan tradisional Sunda, serta dikenal sebagai tokoh pejuang keberagaman.

Pangeran Rama Jatikusuma Maniswara Tedjabuwana Alibassa Kusumah Widjayaningrat (Rama Sepuh)
” Diantara cucunya itu bernama Gumirat Rama Alam atau dikenal dengan nama Rama Anom, “, demikian Anton berceritera. Masih kata Anton, ibunya, almarhumah ibu E. Amah Rohamah adalah bagian dari keluarga besar trah ini.

Saya dan Rama Anom (Pangeran Gumirat Rama Alam)

Tambahan info, sejak era Pangeran Madrais hingga saat ini , dikenal Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Bangunan yang erat kaitannya dengan Sunda Wiwitan ini berdiri kokoh di tepi Jalan Raya Cigugur, tepatnya di Kampung Wage, Kelurahan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Gedung bersejarah ini dipercaya didirikan pada tahun 1860 oleh beliau.
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
