Koranprabowo.id, Profile :
Pria ini bernama Didik Sukamso, domisili saat ini Purbalingga, Jawa tengah dia berkata. “Manis bgt,aku beberapa kali ikut main disini,tp tdk jadi peran utama,kata sutradaranya pak Muhyar syamas,katanya mukaku terlalu lucu utk berperan dikisah misteri,.nanti penontonnya ga ketakutan tp malah tertawa”, Akunya pada laman Komunitas Pecinta Film Jadul Februari 2025 lalu disebuah laman FB.
Ini menandakan sosok Muchyar adalah seorang perfeksionis?, yang pastinya dialami setiap sebagai ‘standar ukuran’ dalam profesinya masing-masing. Untuk kami, ini sudah biasa, lebih mementingkan hasil akhir dari pada proses. Nama ini juga sudah saling kenal disaat berseragam abu-abu di Jakarta timur thn.1980-an lalu sehingga tidak asing bagi saya pribadi. Sebagai sosok yang tepat disektor sinematography, ada pun kami; Saya, Maman Nurahman, Edi Subianto, Agus ‘Bewok dan A. Sinyo M, adalah tim hore yang kini dalam profesi masing-masing.
check it dot😜✌️😜

Teman teman relawan dimana saja berada. Kismis (Kisah-Kisah Misteri) adalah serial TV Horor yang dijamannya menjadi andalan ANTV dan RCTI, dipandu oleh artis cantik Caroline Zachrie. Berbeda dengan horor konvensional, acara ini menonjolkan narasi urban legend, suasana mencekam, dan misteri yang dekat dengan kehidupan sehari-hari daripada sekadar penampakan hantu, membuatnya sangat ikonik pada masanya. Acara itu ternyata berbuah sukses, sampai-sampai penggemar mengundang mereka ke suatu kampung dan mereka justru diminta mengusir hantu yang sesungguhnya. Ahahah.

ATAS : Saya, Giat, Bewok, Maman, Surya, x dan x. BAWAH : Muhyar, Edi dan x (Seperti era putih abu-abu)
Umumnya Kismis ini Fokus pada ‘Storytelling (bercerita) tentang pengalaman misteri atau urban legend yang membuat penonton merinding, jarang mengandalkan ‘jumpscare murahan. Sering menjadi tontonan malam Jumat di televisi nasional. Dikenal memiliki kualitas produksi yang baik dan nuansa horor yang dibangun kuat dari kisah nyata atau kisah lisan yang beredar di masyarakat.

Itu bagian pembuka yang saya hadirkan untuk teman teman relawan dimana saja , seorang sutradara selain harus profesional juga perfeksionis, melahirkan karya baik dengan pola kerja, pemilihan crew dan penyajian sinematografi yang ‘dua jempol.
Bagi saya pribadi, itu semua telah lama dikuasai Muchyar Syamas, sutradara film Indonesia sebagaimana Alm. Teguh Karya, Arifin C. Noer, Ali Shahab, Rizal Mathovani, Nawi Ismail, Hanung Bramantyo , Mira Lesmana, dsb di jamannya masing-masing. Yang saya tahu, Bang Muchyar, panggilan akrabnya, telah memulai karirnya sebagai sutradara di Film Setannya Kok Beneran? , satu film komedi horor Indonesia era thn.2008 yang disutradarai olehnya dengan pemain ; Indra Birowo, Mario Lawalata, Ence Bagus, Jill Gladys, Jojon, Chandra Louise, Tessy, Ninda Syamil dan Dewi Safina. Dan di tahun 2011 dalam Film “Mudik” – Multivision Plus, film Setannya Kok Masih Ada dirilis tahun yang sama, thn.2011, dan saya lupa sampai saat ini apa saja daftar produksi lainnya baik sinetron, dsb.

Yang marak saat produksi sinetron ‘Cintailah Aku Selamanya adalah serial televisi Indonesia produksi Multivision Plus : Gobind, Dhamoo dan Raam Punjabi yang tayang perdana 16 April 1998 pukul 20.00 WIB di SCTV. Serial ini disutradarai oleh Muchyar Syamas dan dibintangi oleh Venna Melinda dan Anjasmara. Berkisah tentang tiga orang pria yang mengikuti reality show Sang Penakluk. Dalam acara tersebut mereka diminta menjadi paranormal yang bisa mengusir hantu. Acara itu ternyata berbuah sukses, sampai-sampai penggemar mengundang mereka ke suatu kampung dan mereka justru diminta mengusir hantu yang sesungguhnya.’ Ahahaha…

Kini seiring waktu, Muchyar Syamas telah menjadi tim penyusun produksi film kolosal Alm. KH. Abbas Abdul Jamil (Kiai Abbas / Kiai Abbas Buntet) bersama teman lainnya : M.Febri Ramadhan (Kord), A. Sinyo M (Co.Kord), Agus Noor Ismail, A. Fahmi, Maman Nurahman, Surya Laga, Edi Subianto, Ali Basha, Agus Bewok, dsb. “Yang kita butuhkan tim solid dan memahami tugas dan kerjanya masing-masing. Dan bisa dibongkar pasang setiap saat jika tidak sesuai sebagai team“, bisik saya sambil ngopi pagi (28/3) , diamini Maman dan Edi,

Apapun, tahap awal pengumpulan enerji menghadapi produksi film Alm. KH. Abbas Abdul Jamil (Kiai Abbas Buntet) telah berjalan. Keputusan akhir ada di Allah SWT, Tuhan YME. Mari amanah yang diberikan kita maksimalkan sebagaimana harapan Gus Faris (KH Faris Eltahawaly).
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

