Koranprabowo.id, Daerah :
Kemarin sore (26/11) saya melakukan komunikasi dengan PimRed banyak hal kami bahas diantaranya mengenai potensi dan peluang Kab.Indramayu thn.2026-2029, berikut catatannya:
1.Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu saat ini sekitar 1,9 juta jiwa yang tersebar di 31 kecamatan, 8 kelurahan dan 309 desa. Yang dominan sebagai petani dan nelayan.
2. Kab.Indramayu dikenal sebagai kota mangga, lumbung padi nasional juga sebagai daerah terbesar dalam TKI, kita tidak perlu sewot karena memang seperti data di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menunjukkan bahwa pada tahun 2023 -2024 lalu, terdapat sekitar 100.000 TKI asal Indramayu yang bekerja di berbagai negara di seluruh dunia. Untuk level provinsi adalah NTB.

3.Menurut data Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 milik Badan Pusat Statistik (BPS), ada Tiga provinsi penyumbang pekerja migran terbesar yang semuanya berasal dari Pulau Jawa. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dengan total kontribusi sebesar 53,3 %. Khusus TKI asal Kab. Indramayu hingga bulan Oktober 2025 telah mencapai 17.000 orang yang kini di Malaysia, Saudi Arab, dsb.
4.Realisasi investasi di Kab. Indramayu hingga Oktober 2025 sekitar Rp.1,58 triliun atau 75 persen dari target tahunan sebesar Rp.2,09 triliun. Adapun Realisasi APBD Indramayu tahun 2025 hingga November telah mencapai Rp 2.186,67 miliar atau 59,33% dari total anggaran Pendapatan Daerah sebesar Rp 3.685,58 miliar. Ini menandakan peran masyarakat demikian tinggi atas keberhasilan pembangunan dan perekonomian.

Maka untuk melayani masyarakat yang besar jasanya bagi pembangunan kab.Indramayu, sudah selayaknya Pemkab Indramyu ‘menyegerakan’ pembangunan terminal yang lebih besar, meskipun saat ini sudah ada Terminal Indramayu dan Terminal Jatibarang. Mengapa?, “Kab.Indramayu punya posisi strategis dalam distribusi barang dan jasa lintas kota dan provinsi lain, jika tidak maka masyarakat akan lebih senang menggunakan jasa travel atau kendaraan umum lain di luar terminal. Sedangkan daya tampung ke-2 terminal yang ada selain sudah rapuh juga tidak mampu melayani volume penumpang dan kendaraan yang lebih besar. Jumlah penumpang dan barang ke kota di Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan provinsi diluar pulau Jawa terus meningkat. Membangun terminal baru yang lebih besar dan modern dapat membantu mengelola jumlah penumpang dan barang yang tinggi dengan lebih baik”, tutup PimRed.
‘Saya manggut-manggut
(Foto.ist)
