Koranprabowo.id, Unik :
Ada yang bilang nenek moyang orang Batak diyakini berasal dari Kelompok PROTO MELAYU (Melayu Tua) lebih dari 2500 tahun lalu yang berasal dari Asia Selatan / Yunnan – Tiongkok Selatan melalui jalur barat ke Sumatera. Namun telah menjadi keyakinan kami, secara mitologi (tarombo), leluhur orang Batak berasal dari Si Raja Batak yang menetap di Sianjur Mulamula, kaki Gunung Pusuk Buhit, Samosir lebih dari 70.000 tahun lalu, tepatnya sesudah letusan Gunung Toba purba 1,2 juta tahun lalu yang kemudian membuat kaldera yang kini bernama DANAU TOBA.

Raja Batak merupakan keturunan Raja Tantan Debata, yang merupakan bagian dari garis keturunan yang dimulai dari Raja Ihat Manisia dan Boru Ihat Mania, manusia pertama di bumi menurut mitologi karena diduga hidup sebelum tahun 1200 .
Namun beberapa sumber lain menyebutkan nenek moyang Batak berasal dari daerah utara Tibet atau wilayah Yunnan di Tiongkok Selatan yang bermigrasi karena konflik, kemudian menetap di kawasan Danau Toba. Ah terserah lah, karena dalam silsilah atau tarombo masyarakat Batak, seluruh marga Batak tetap meyakini berasal dari keturunan Si Raja Batak, yang dianggap sebagai leluhur tunggal.
Walaupun diidentifikasi sebagai Proto Melayu, bukti arkeologis di Sumatera Utara menunjukkan jejak kebudayaan logam (perunggu) yang lebih dominan, menimbulkan diskusi di kalangan ahli mengenai waktu kedatangan yang sebenarnya. Dan jadi.masalah sampai saat ini. Hahaha.

https://www.slideshare.net/slideshow/kedatangan-proto-melayu-dan-deutro-melayu/40703547
Versi kami, dari kaki Gunung Pusuk Buhit, Si Raja Batak menyebarkan keturunanya hingga menjadi berbagai sub-etnis Batak (Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing) di seluruh wilayah Tapanuli dan Sumatera Utara dengan ratusan marga kemudian.
Masih ada sumber lain mengatakan, Proto Melayu itulah yang membawa kebudayaan Neolitikum (batu muda) dengan ciri khas peralatan batu halus seperti kapak persegi dan lonjong. Kelompok ini merupakan nenek moyang suku Batak, Dayak, Toraja, dan Nias. Nah kan, makin bikin pusing.

Mereka katanya masuk ke Nusantara (Indonesia) melalui dua jalur, yaitu jalur barat (Semenanjung Malaya ke Sumatra) dan jalur timur (Filipina ke Sulawesi). Umumnya memiliki rambut lurus, kulit kuning kecokelatan hingga sawo matang, mata sipit/hitam besar, dan tinggi badan sekitar 150 – 165 cm.
Dari semua diatas, terserah mana yang baik saja, namun kita tetap meyakini jika Si Raja Batak lah nenek moyang kami .

“Kadang kita pusing dengan catatan sejarah, banyak yang masih menjadi pertanyaan kita. Mana yang benar. Sebagaimana nasib GUNUNG SUNDA PURBA, ada catatan mengatakan gunung dengan tinggi lebih dari 4.000 mdpl itu merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa saat itu kemudian meletus lebih dari 1,2 juta tahun lalu. Kemudian melahirkan DANAU SUNDA PURBA yang kini menjadi kota Bandung dan sekitarnya juga melahirkan gunung lainnya seperti Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Bukit Tunggal, Burangrang dan Gunung Putri. Yang jelas Danau Toba dan Danau Sunda Purba tercipta karena hasil letusan, tapi ada juga yang menyebut Gunung Sunda Purba tingginya tidak lebih dari 2500 mdpl dan meletus 750.000 tahun lalu. Apapun kita bersyukur ke-2 gunung purba itu meletus karena kalau tidak, saat ini si Lae tidak ada di Simalungun, saya tidak ada di Bandung, tidak ada koranjokowi.com, tidak ada juga koranprabowo.id. Ehehehe”, kata PimRed saat diminta tanggapan atas hal ini (18/4).
‘Iya juga sih.
(Red-01/Foto.ist)
