Koranprabowo.id, DesaKita:
Bawang hitam (black garlic) bukanlah varietas bawang baru, melainkan bawang putih (Allium sativum) yang melalui proses fermentasi/pematangan khusus. Negara-negara penghasil bawang hitam utama didominasi oleh negara Asia, meskipun kini diproduksi di seluruh dunia. Harga black garlic di Indonesia pada April 2026 bervariasi berdasarkan berat dan jenisnya, umumnya berkisar antara Rp. 30.000 – Rp.300.000/kg. Namun kalian bisa mendapatkan lebih murah dalam bentuk botol seperti dibawah ini, silahkan hubungi saya Telp.No. 087788914948

Bawang hitam adalah produk pangan fungsional yang sedang tren, dipercaya berkhasiat untuk kesehatan seperti mengontrol gula darah dan meningkatkan daya ingat. Beberapa negara tujuan utama yang sudah ditembus produk Indonesia meliputi Brunei Darussalam, Australia, Malaysia, dan Singapura.
Berikut adalah negara-negara penghasil utama bawang hitam:
Jepang: Merupakan salah satu pelopor dan produsen utama bawang hitam berkualitas tinggi. Bawang putih di Jepang (seperti dari kawasan Hakkoda) diproses dengan suhu dan kelembaban tertentu untuk menghasilkan tekstur seperti jeli dan rasa manis gurih. Thailand: Thailand dikenal sukses memproduksi dan mengekspor bawang hitam kemasan ke pasar internasional. Indonesia: Produksi bawang hitam semakin populer, terutama dalam skala UMKM. Beberapa daerah penghasil bawang hitam di Indonesia antara lain:

Lombok (Nusa Tenggara Barat): KWT Putri Rinjani di Sembalun aktif mengembangkan bawang putih hitam, bahkan menggunakan bawang tunggal lokal. Sleman (Yogyakarta): Salah satu sentra UMKM yang memproduksi black garlic. Pekanbaru: Produksi olahan black garlic lokal yang berhasil menembus pasar mancanegara. Korea Selatan & Tiongkok: Negara-negara ini juga merupakan produsen besar karena bawang putih merupakan komponen kunci dalam kuliner mereka.
Teman teman dimana saja berada,
Proses pembuatan bawang hitam memerlukan teknik khusus (suhu 70-80°C, kelembapan 80-90%, selama 40-90 hari untuk mengubah bawang putih biasa menjadi berwarna hitam, bertekstur lembut, dan berasa manis.
“Secara resmi memang belum ada angka pasti nilai ekpor bawang hitam sampai saat ini, namun estimasi mampu 15 juta ton/tahun, terhitung sekitar Rp. 5,8 triliun. Semakin banyak pembeli bawang hitam khususnya di tanah air semakin banyak petani yang mendapatkan rejeki, termasuk seperti Gusmar yang eksis jualan dalam bentuk botol maka mari kita saling bantu silahkan hubungi Gusmar untuk info detilnya lagi baik sebagai pembeli maupun distributornya, insyaallah.”, kata PimRed.
Demikian, semoga bermanfaat, Aamiin Allahuma’aamiin.
(Red-01/Foto. ist)

