Koranprabowo.id, LifeStyle :
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bawang hitam yang dapat digunakan sebagai metode terapi diabetes dan penyakit kardiovaskular. Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Ahmad Fauzantoro, memaparkan penggunaan bawang putih yang difermentasi menjadi bawang hitam dipilih karena memiliki kandungan senyawa Hidrogen Sulfida (H2S) yang berkhasiat untuk terapi pengobatan penyakit tersebut.

“Berdasarkan berbagai riset, ada korelasi penyakit-penyakit tersebut dengan H2S. Menurunnya H2S bisa mengurangi kelenturan pembuluh darah, yang mengakibatkan resistensi insulin yang dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes, jantung, dan stroke,” kata Ahmad menambahkan.
Berdasarkan berbagai riset, ada korelasi penyakit-penyakit tersebut dengan H2S yang bisa mengurangi kelenturan pembuluh darah, mengakibatkan resistensi. Sejatinya bisa dihasilkan tubuh jika dalam keadaan sehat karena senyawa tersebut terdapat pada gas yang dikeluarkan manusia melalui saluran cerna.

Namun pada kondisi tertentu senyawa tersebut bisa tak dihasilkan secara alami oleh tubuh akibat pengaruh berbagai faktor seperti usia dan gaya hidup tidak banyak bergerak atau sedentari. Kondisi tersebut dapat meningkatkan hormon Plasminogen Activator Inhibitor-1 (PAI1) yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan resistensi insulin.
(Foto.ist)
