Koranprabowo.id, Unik :

Hari Senin (23/3) lalu PimRed WA saya yang isinya keheranan mengapa didinding ruang tamu ada lukisan besar gambar ‘Wali Songo’, saya diminta untuk menjelaskannya. Hari ini (29/3) saya baru sempat mengirimkan jawabannya karena saya sendiri bingung harus menjawab apa.

Wali Songo adalah sembilan ulama penyebar Islam di Pulau Jawa , saya demikian mengidolakannya dengan berbagai karakter yang mereka miliki termasuk nama – nama besar mereka;

1.Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim): Disebut juga Syekh Maghribi, memiliki karomah (kemuliaan) luar biasa sebagai waliyullah pertama di Jawa. Dapat mendatangkan hujan, mengubah beras jadi pasir,dsb. Beliau juga disebut sebagai keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad saw. dari jalur Husain bin Ali.  2.Sunan Ampel (Raden Rahmat): Mbah Sholeh, marbot Masjid Ampel, dikisahkan meninggal dunia. Karena tidak ada yang membersihkan masjid sebaik dirinya, Sunan Ampel mendoakannya hingga Mbah Sholeh hidup kembali. Kejadian ini berulang hingga 9 kali, yang menyebabkan adanya 9 makam Mbah Sholeh di kompleks Masjid Ampel. 3.Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim): Putra Sunan Ampel yang berdakwah menggunakan kesenian, seperti gamelan.

4.Sunan Drajat (Raden Qasim): Putra Sunan Ampel yang terkenal dengan dakwah sosialnya dan kepedulian pada fakir miskin. 5.Sunan Giri (Raden Paku/Muhammad ‘Ainul Yaqin): Raja sekaligus ulama yang mendirikan kerajaan Giri Kedaton di Gresik. 6.Sunan Kalijaga (Raden Said): Tokoh yang berdakwah melalui pendekatan budaya, seperti wayang kulit. 7.Sunan Kudus (Ja’far Shadiq): Dikenal sebagai Waliyyul ‘Ilmi (orang yang berilmu luas) dan ahli hukum. 8.Sunan Muria (Raden Umar Said): Putra Sunan Kalijaga yang berdakwah di daerah terpencil dan pegunungan. 9.Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah): Cucu dari Prabu Siliwangi – Pajajaran ini satu-satunya wali yang berdakwah dan mendirikan kesultanan di Jawa Barat (Cirebon). Beliau pernah mengubah pohon menjadi emas untuk menyadarkan para perampok, yang kemudian bertaubat dan menjadi murid beliau. Juga mempunyai kemampuan menghidupkan kembali ayam yang telah dipanggang. Saat terjadi konflik dengan Majapahit, beliau dikisahkan mengibaskan surban hingga berubah menjadi ribuan tikus beracun yang menyerang musuh.

Dimanakah Wali Songo mendapatkan perlawanan yang hebat?

Di Ponorogo, Jawa Timur. Mengapa?, karena terdapat danyang yaitu roh halus yang melindungi suatu tempat seperti gunung, pohon, dan desa. Danyang Ponorogo dikenal sebagai Singo Barong yang menjadi pendukung Warok Ponorogo. Sifat mereka buas seperti macan. Perjuangan Wali Songo untuk menyebarkan agama Islam di Ponorogo dilanjutkan oleh adik Raden Patah, Bathoro Katong.

Bathoro Katong menyebarkan agama Islam di Ponorogo menggunakan perantara kesenian reog. Misi pertama sempat gagal. Sampai akhirnya ia berhasil menundukkan Singo Barong dan menyebarkan agama Islam. Bathoro Katong bahkan menjadi peletak dasar tatanan Islam pertama di Ponorogo. Dia juga menjadi Adipati Ponorogo pada 11 Agustus 1496 M. Pernikahannya dengan putri Ki Ageng Kutu, Niken Gandini, melahirkan adipati-adipati penerusnya di tanah jawa.

Ya betul, Versi nama Tionghoa Wali Songo muncul dari kontroversi buku Profesor Dr. Benedictus Slamet Muljana yang merujuk pada tulisan Mangaraja Onggang Parlin dungan “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa” yang mengutip arsip Belanda (Poortman), menyebutkan beberapa wali keturunan Tionghoa. Tokoh utamanya adalah: Sunan Ampel bernama Bong Swi Hoo, Sunan Gunung Jati – Toh A Bo / Cek Ko-po, Sunan Kali Jaga – Gan Si Cang, Raden Patah (Sultan Demak) – Jin Bun / Tan Jin Bun, Sunan Kudus – Ja Tik Su, dsb.   Residen Poortman sendiri tidak dikenal sebagai sejarawan. Bahkan tidak diakui kredibilitasnya sebagai sejarawan. Martin van Bruinessen, yang dikenal sebagai sejarawan yang diakui sangat detail saja tak pernah menyebut namanya.

‘Demikian pak PimRed, Laporan selesai !

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?