Koranprabowo.id, Unik :
Prajurit Sparta merupakan prajurit dari kota negara kuno Sparta ,sekitar abad 12 – 146 SM, yang terkenal karena kegigihan, kedisiplinan, dan keberaniannya dalam peperangan. Mereka awalnya adalah masyarakat biasa yang menyerahkan hidup matinya untuk bangsa dan negara, yang kemudian dididik menjadi prajurit/pasukan militer yang kuat sepanjang sejarah Yunani kuno. Pastinya tidak mudah menjadi Sparta, ibarat angka dari 1000 yang mendaftar , yang lolos hanya 10 orang, seperti itulah. Dan keberadaan mereka semakin terkenal di era Raja Leonidas I , termasuk dalam Pertempuran Thermopylae pada tahun 480 SM melawan pasukan Persia – Raja Xerxes I.

Raja Leonidas bersama 300-an prajurit Sparta menghadapi lebih dari 1.200 pasukan Persia yang terlatih dengan peralatan perang yang lebih canggih. Setelah hampir 2 minggu berperang. Sparta menang, mereka lebih menguasi strategi perang, bukan berserhak kepada jumlah orang, bukan kepada hebatnya senjata.

Sparta dekat dengan alam kalaupun di medan tandus bahkan bukit bukit terjal sekalipun. Kemahiran dalam memainkan senjata , berkuda hal lainnya Sparta pintar membaca alam. Kapan badai, kapan malam dsb .
Sehingga muncul sebutan ” 1 SPARTA = 100 LAWAN” ,
1 Sparta 100 opponents defeated.
Seorang Sparta tidak akan mundur dan kalah melawan 100 orang lawan.

Sejak bersama Koranjokowi.com tahun 2019 lalu hingga saat ini jutaan ceritera menyertai perjalanan hidup saya dan keluarga, juga masyarakat selkitar. Pengalaman dan keinginan untuk menjadi orang baik ibarat darah dan daging sebagai bekal diakhir usia. Kemenangan, kebenaran dan kesuksesan bukan karena banyak orang namun bisa dilakukan dengan senyap. Terukur. Benar kata PimRed, rugi jika sakit karena kita tidak bisa melakukan kebaikan fisik diluar rumah,maka tetaplah sehat. Kesuka-relaan, ikhlas dan kerja-cermat adalah kunci kami selama ini. ” ……. Adi ngalo la rido, Ngalar nge la rutang : Bila menerima tanpa berpiutang: Membayar tanpa berhutang……”
(Red-01/Foto.ist)



