Koranprabowo.id, MICE :
Penghormatan keluarga besar dan keluarga Pondok Pesantren Buntet , Kab Cirebon terhadap alm. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) demikian besar, salah satu buktinya adalah disaat wafatnya Prof.DR.KH. Muhammad Anis Fuad Hasyim (Gus Fuad) – sesepuh dan pendiri pondok Buntet Pesantren yang juga salah seorang pengurus PBNU yang meninggal dunia pada hari Senin (12/7/2004) pagi sekitar pukul 10.25 WIB, pemakaman pun ditunda satu hari menunggu kehadiran Gus Dur, dan alhamdulillah prosesi pun berjalan lancar tgl.13/7/2004 lalu.

Alm KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bin KH.Wahid Hasyim bin Hadrotussyeikh KH.Hasyim Asy’ari Bersama Alm KH.MA. Fuad Hasyim bin KH. Hasyim bin KH.Mansur bin KH. Sholeh
Prof.DR.KH. Muhammad Anis Fuad Hasyim lahir di Cirebon Jawa Barat 26 Juni 1941, beliau wafat Hari senin tanggal 12 Juli 2004 kira-kira sekitar pukul 09.00 WIB dalam perjalanan ke RS Pelabuhan. Beliau meninggal dalam usia 63 tahun. Dari hasil pernikahannya dengan Nyai Hj. Minhatul Maula, beliau dikaruniai 11 orang anak dan 9 cucu. Jenazah Kyai Fuad Hasyim dimakamkan di Komplek Kuburan keluarga Pondok Buntet Pesantren. Sampai saat ini makamnya kerap didatangi banyak jamaah untuk mendoakan almarhum.

Gus Faris bersama Panita Lomba Film Pendek Antar Santri Se-Jawa barat thn.2025
Saya ingat saat acara Haul ke-XV KH Fuad Hasyim di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Senin (19/8/2022) lalu, Prof.H. Mahfud MD menyebut bahwa dalam berdakwah, KH Fuad Hasyim mengembangkan Islam wasathiyah, yakni Muslim yang menyakini bahwa agama yang dianutnya paling benar, tetapi pada saat bersamaan tidak menyalahkan orang lain yang mempunyai keyakinan berbeda. Menurut Mahfud, cara berpikir seperti itu menimbullkan sikap saling menghargai antar-pemeluk agama atau disebut dengan tasamuh. Dalam konteks lebih luas, keberadaan agama-agama disebut pluralisme. Menurutnya, pluralisme bukan membenarkan semua agama, melainkan mengakui keberadaan agama lain. Perbedaan agama merupakan fakta dan fitrah yang diciptakan oleh Allah.


Edisi depan kita bahas tentang Lomba Film Pendek Antar Santri Se-Jawa barat thn.2025 lebih lengkap namun Gus Faris selaku Penasehat event mengatakan kepada kami jauh hari, “Tetap semangat & kompak kita sukseskan Lomba Film Pendek Antar Santri se-Jawa Barat thn.2025 (LFP-ASJB2025) & Haul Alm. Prof.DR.KH Fuad Hasyim. Insyaallah semua lancar sesuai harapan”, demikian Gus Faris (KH Faris Fuad Hasyim)
(Red-01/Foto.ist)

