Koranprabowo.id, Unik :

“Dari analisa BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional, sementara ini diduga itu memang meteor dengan diameter antara 5-10 meter. Berasal dari langit selatan Jawa, ketika melewati wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon, meteor meledak akibat atmosfer yang lebih padat, dan tenggelam di laut Jawa”, kata PimRed.

Jika meteor itu dianggap kecil karena berdiameter 5-10 meter, maka untuk katagori meteor besar disebut sebagai Bolide, ‘kalau pun semakin mengecil’ saat mendekati Bumi. Masih kata PimRed, awalnya berupa benda padat dari luar angkasa, ketika mendekati Bumi dan tertarik gravitasi dengan kecepatan tinggi menghasilkan panas yang sangat tinggi sehingga berpijar dan terbakar, menciptakan cahaya terang yang terlihat di langit. Yang kemudian disebut ‘meteor, bintang jatuh atau bola api” (fireball). Dan itu fenomena biasa yang terjadi juga dimana-mana.

65 juta tahun yang lalu, meteor berdiameter sekitar 10 – 15 kilometer ini pernah menghantam Bumi di tempat yang sekarang disebut Meksiko. Akibat hantaman tersebut, sebanyak 70% seluruh spesies di Bumi, termasuk dinosaurus musnah. Terbayangkan sampai bumi saja berdiameter 10-15 Km, berapa asalnya saat diangkasa.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?