Koranprabowo.id, Unik :
Kemarin malam saya menelepon PimRed menanyakan tentang jatuhnya benda berapi (5/10) sekitar pkl. 18.35–18.39 yang diduga meteor di sekitar laut jawa dimana juga menimbulkan dentuman keras. Cahayanya bahkan terlihat hingga Pekalongan, dan sekitarnya,
“Dari analisa BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional, sementara ini diduga itu memang meteor dengan diameter antara 5-10 meter. Berasal dari langit selatan Jawa, ketika melewati wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon, meteor meledak akibat atmosfer yang lebih padat, dan tenggelam di laut Jawa”, kata PimRed.

Jika meteor itu dianggap kecil karena berdiameter 5-10 meter, maka untuk katagori meteor besar disebut sebagai Bolide, ‘kalau pun semakin mengecil’ saat mendekati Bumi. Masih kata PimRed, awalnya berupa benda padat dari luar angkasa, ketika mendekati Bumi dan tertarik gravitasi dengan kecepatan tinggi menghasilkan panas yang sangat tinggi sehingga berpijar dan terbakar, menciptakan cahaya terang yang terlihat di langit. Yang kemudian disebut ‘meteor, bintang jatuh atau bola api” (fireball). Dan itu fenomena biasa yang terjadi juga dimana-mana.

Penampakan bekas jatuhnya meteor di Mexico
65 juta tahun yang lalu, meteor berdiameter sekitar 10 – 15 kilometer ini pernah menghantam Bumi di tempat yang sekarang disebut Meksiko. Akibat hantaman tersebut, sebanyak 70% seluruh spesies di Bumi, termasuk dinosaurus musnah. Terbayangkan sampai bumi saja berdiameter 10-15 Km, berapa asalnya saat diangkasa.

“Kalau pun kemudian, meteor itu tidak jatuh diwilayah Cirebon pastinya karena masyarakat Cirebon itu relijius sehingga Allah melindunginya. Di era Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati thn.1479-1568. Kakeknya, Prabu Siliwangi sering melihat cahaya yang sangat terang di arah timur laut atau sekitar Cirebon. Kemudian memerintahkan Patih Lembusasrah dan 100 pasukannya untuk mengecek sumber cahaya itu, ternyata cahaya itu datang dari arah Gunung Jati, bagian utara Kabupaten Cirebon. Bukankah, Syarif Hidayatullah juga dijuluki sebagai ‘Syekh Nurullah (Syekh yang membawa cahaya Allah SWT) ?“, kata PimRed. Saya diam, tidak mengangguk tidak menggeleng.
(Foto.ist)
