Koranprabowo.id, Unik :
Kearifan lokal dan budaya Batak yang di museumkan di museum nasional mancanegara. Patung penjaga Batak adalah Pangulubalang atau Pohung, yang merupakan patung dari kayu atau batu yang diberi kekuatan mistis untuk menjaga dan melindungi kampung atau desa dari roh jahat, marabahaya, serta memberikan kesejahteraan. Patung-patung ini ditempatkan di perbatasan kampung dan dipercaya sebagai perwujudan leluhur yang melindungi keturunannya.

Kitab suci agama Malim (agama leluhur Batak)
Sebelum kedatangan agama lain, masyarakat Batak menganut kepercayaan asli yang disebut Ugamo Malim. Mereka tidak memiliki kitab suci tunggal seperti Alkitab atau Al-Qur’an. Sebaliknya, pengetahuan dan ajaran agama diwariskan secara lisan atau ditulis dalam manuskrip kuno yang disebut Pustaha.
Pustaha bukanlah kitab suci dalam arti modern, melainkan berisi:Ajaran-ajaran dan ritual dari para pemimpin spiritual yang disebut datu. Ramalan dan pengetahuan tentang hari baik dan hari buruk (parhalaan). Mantra dan formula pengobatan tradisional.

Sebuah gelang pria Batak dari abad ke-19 hingga ke-20 dipamerkan di Dallas Museum of Art di Dallas, Amerika Serikat. Gelang tersebut merupakan bagian dari koleksi seni Asia Tenggara dan Oseania di museum tersebut.

Detail gelang Batak di Dallas Museum of Art
Objek: Gelang pria (gelang sarung).
Budaya: Suku Karo Batak.
Abad: Ke-19 hingga ke-20.
Bahan: Emas, perak sepuhan, dan paduan tembaga-emas.
(Foto.ist)
