Koranprabowo.id, HotNews :
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb.
Konflik berkepanjangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) antara kubu KH
Miftakhul Akhyar dan kubu KH Yahya Cholil Staquf telah menimbulkan kegelisahan yang
mendalam di kalangan Nahdliyin. Seruan islah dari para kiai sepuh Mustasyar NU dalam forum
Kediri dan Jombang tidak kunjung membuahkan hasil. Situasi ini tidak dapat dibiarkan terus
berlarut, mengingat dampaknya telah merambah hingga struktur wilayah, cabang, dan
ranting NU di berbagai daerah.

kami
FORUM KIAI NU JAWA
terdiri dari ratusan kiai dari berbagai pesantren di tanah Jawa,
menilai diperlukan langkah-langkah konkret dan bertanggung jawab dari kedua belah pihak
untuk mengakhiri kebuntuan ini. Oleh karena itu, dengan memohon pertolongan Allah SWT
dan demi kemaslahatan umat, kami menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1.Mendesak Rais Aam, Ketua Tanfidziyah, dan Sekjen PBNU Hasil Muktamar Lampung
untuk Mundur sebagai bentuk Pertanggungjawaban atas kisruhnya PBNU.
Forum Kiai NU Jawa mendesak KH Miftakhul Akhyar sebagai Rais Aam, KH Yahya C
Staquf sebagai Ketua Tanfidziah, dan Saifullah Yusuf sebagai Sekjen PBNU hasil
Muktamar Lampung untuk bersama-sama mengundurkan diri sebagai bentuk
pertangungjawab atas kisruhnya PBNU selama lima tahun terakhir.
2.Mendesak Dibentuknya Panitia Muktamar NU Luar Biasa untuk menghasilkan
Kepengurusan Baru Forum Kiai NU Jawa mendesak pembentukan panitia bersama dari unsur PBNU,
PWNU, maupun PCNU mempersiapkan Muktamar Luar Biasa NU sebagai forum
jam’iyyah tertinggi untuk melakukan klarifikasi, evaluasi, dan koreksi atas berbagai
persoalan yang muncul selama masa kepengurusan berjalan. MLB dipandang sebagai
jalan paling adil, konstitusional, dan bermartabat untuk memulihkan stabilitas
organisasi.


3.Menolak Munculnya KH Miftakhul Akhyar, KH Yahya Cholil Staquf, dan Saifullah
Yusuf dalam Kepemimpinan Hasil MLB.
Untuk memastikan proses rekonsiliasi berjalan tulus dan bebas konflik kepentingan,
Forum Kiai NU Jawa menilai bahwa ketiga tokoh tersebut sebaiknya tidak tampil
kembali dalam struktur kepemimpinan PBNUhasil MLB. Sikap ini bukan bersifat
personal, melainkan demi menjaga kondusivitas dan membuka kesempatan bagi
munculnya kepemimpinan baru yang lebih kredibel, netral, dan diterima seluruh
warga NU.

4.Membentuk PBNU Tandingan Apabila MLB Tidak Digelar dalam Tiga Bulan
Apabila dalam waktu tiga bulan ke depan tidak ada kesepakatan dan tidak
terselenggara MLB, maka Forum Kiai NU Jawa akan mengambil langkah darurat
berupa pembentukan PBNU Tandingan sebagai wadah konsolidasi NU Kultural.
Langkah ini ditempuh sebagai ikhtiar terakhir untuk menyelamatkan NU dari stagnasi,
konflik internal, dan penyimpangan orientasi perjuangan.

5.Mengundang Tokoh-Tokoh NU Kultural untuk Aktif dalam Upaya Penyatuan
Jam’iyyah
Forum Kiai NU Jawa berkomitmen mengajak berbagai tokoh karismatik NU Kultural,
termasuk di antaranya H. Rhoma Irama, serta sejumlah ulama dan budayawan yang
memiliki legitimasi moral dan basis kultural luas. Kehadiran mereka diharapkan
mampu memperkuat gerakan penyatuan di akar rumput dan mengembalikan NU
sebagai kekuatan moral bangsa.

PENUTUP
Forum Kiai NU Jawa menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk memecah belah jam’iyyah,
tetapi justru untuk menyelamatkan NU, mengembalikan marwah kepemimpinan, serta
memastikan organisasi terbesar di Indonesia ini kembali fokus pada kemaslahatan umat,
penguatan pendidikan, pengabdian sosial, dan peran kebangsaan.

Kami menyeru kepada seluruh warga Nahdliyin untuk tetap tenang, menjaga persaudaraan,
dan mengedepankan akhlaqul karimah dalam menyikapi dinamika ini. Semoga Allah SWT
memberikan jalan terbaik bagi persatuan Nahdlatul Ulama dan kemuliaan bangsa Indonesia.
Wassalamualaikum wrwb,
Bandung, 12 Desember 2025
Koordinator Forum Kiai NU Jawa
Demi Keutuhan Jam’iyyah dan Kemaslahatan Umat
KH Faris Fuad Hasyim (Gus Faris)
Buntet, Cirebon
(Red-01/Foto.ist)
