Koranprabowo.id, HotNews: :
Ungkapan “omongan/perkataan adalah doa” adalah peribahasa yang berarti setiap perkataan memiliki kekuatan untuk menjadi kenyataan atau terkabul, jadi kita harus berhati-hati dalam berbicara. Mengucapkan hal baik, dan menghindari kata-kata negatif karena ucapan yang buruk dapat membawa dampak buruk bagi diri sendiri atau orang lain, sesuai ajaran Islam tentang menjaga lisan. Ini bukan sekadar mitos, tetapi pedoman moral agar lisan kita menjadi sumber kebaikan, bukan keburukan, karena ucapan dapat memengaruhi takdir dan nasib kita. Termasuk tentang Gibran Rakabuming raka.
Teman teman relawan dimana saja berada,
Akhir-akhir ini ada hal menarik yang tengah dibicarakan teman-teman di Koranjokowi.com dan Koranprabowo.id, yaitu ber-gesernya ‘kebencian’ kepada Wapres Gibran Rakabuming raka menjadi sebaliknya, mau bukti?

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra – Arief Poyuono yang selama ini anti ‘Jokowi dan Gibran’ entah ada angin apa, tiba-tiba kepada media April 2025 lalu telah mengatakan bahwa Gibran mempunyai peluang menjadi presiden pada 2029 sangat besar bahkan lebih dari 90%, “98 persen potensi Gibran akan menjadi presiden kesembilan Indonesia, cuma waktu saja nanti yang menentukan semua ini. Dan ingat, dalam sejarah Indonesia, belum ada wapres dipaksa turun atau di-impeach” Arief juga mengatakan sudah empat presiden RI dipaksa turun dan di-impeach dan ada dua wapres yang menggantikan Presiden RI.
Kermudian September 2025, Rocky Gerung dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Rakyat Bersuara ia menyebut peluang Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029 dengan Joko Widodo sebagai wakil presiden sangat mungkin terjadi. Menurut Rocky, secara konstitusi duet ayah-anak tersebut tidak menyalahi aturan.

Ia menilai skenario itu bisa menjadi strategi perlindungan politik bagi Jokowi setelah tak lagi menjabat presiden. Dengan posisi Gibran sebagai kepala negara, Jokowi dinilai tetap memiliki benteng politik yang kuat untuk menghindari potensi masalah hukum maupun tekanan politik pasca-kekuasaan.
Meski tidak ada hambatan hukum, Rocky mengakui bahwa wacana ini menimbulkan masalah etika dan dinilai sarat nepotisme dan mencederai prinsip meritokrasi. Namun Rocky menegaskan politik Indonesia penuh kejutan sehingga kemungkinan itu tetap terbuka. Ia bahkan menantang publik untuk mengingat prediksinya. “Tagih saya nanti di 2029,” ujarnya, ahahaha.
Salah satu tersangka kasus Ijasah Jokowi, Rismon Sianipar melontarkan prediksi kontroversial terkait arah politik nasional menjelang Pilpres 2029. Ia menyebut peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi Presiden RI mencapai 90 persen.

Menurut Rismon, faktor utama yang menentukan adalah kekuatan finansial dan pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menilai konfigurasi kekuasaan saat ini sangat menguntungkan Gibran secara logika politik.
Rismon menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan sekadar spekulasi, melainkan hasil pembacaan terhadap dinamika politik nasional. Ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda menjelang 2029.
Pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul – Jamiluddin Ritonga, Gibran tetap berpeluang diusung pada Pilpres 2029, meski hingga kini belum bergabung dengan partai politik mana pun. Dan Gibran perlu menjaga dua hal penting agar tetap masuk bursa Pilpres 2029: popularitas dan elektabilitas.
“Pada dasarnya, partai politik akan memilih kandidat yang bisa membawa mereka menuju kemenangan,” ujarnya. Popularitas dan elektabilitas yang tinggi adalah kunci untuk menarik perhatian partai politik Selama dua hal itu dipenuhi, selama itu pula lah akan diusung partai politik tertentu,” kata Jamiluddin.
Lalu bagaimana menurut PimRed Koranjokowi.com dan Koranprabowo.id?, ” Selain sebagai pewaris Jokowi, Gibran telah cukup mempunyai modal politik sejak menjabat sebagai walikota Solo. Gibran juga adalah korban pembenci Jokowi dengan fitnahan Fufufafa, maka disaat Jokowi memilih Capres 2024 Prabowo,sebetulnya dilema untuk kami. Karena kita pernah berhadapan dengan Prabowo Cs selama 10 tahun bahkan relawan Jokowi saat Pilpres 2024 akan memilih Golput, namun saat nama Gibran masuk sebagai cawapres otomatis semua ‘muntahan politik’ itu disalurkan ke #02. Dan perjuangan kita tidak sia sia , diantara 58% suara itu ada andil para relawan kampung seperti kita”

Tentang bagaimana peluang Gibran di Pilpres 2029, kami belum berpikir kesana. Biarkan mereka terus menghina dan mencaci-maki Gibran sehingga semakin mulus jalan menuju kursi RI-1 yad. “Mari tuntaskan saja hingga tahun 2029 sebagai komitmen politik, sambil kita awasi program MBG, Koperasi desa, Sekolah rakyat, Dana desa, Pupuk Bersubsidi, dsb. Karena itu juga uang kita. Dan satu lagi, belum tentu semua relawan Jokowi akan berlabuh di PSI, Ehehehe”, Tutup PimRed.
(Foto.ist)
