Koranprabowo.id, Politik :
Benar dugaan kita selaku relawan, Golkar akan ‘selalu tampil didepan’ membela Jokowi dan keluarganya. Termasuk dalam kasus rencana pemakjulan wapres Gibran yang diajukan purnawirawan mealui surat ke DPRRI (26/5) lalu. Berikut catatan kita:


1.Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia ,(23/5) lalu cukup keras menanggapi tudingan ijasah palsu Jokowi , dia mengatakan bahwa isu ini sudah keterlaluan. Dan sudah diputuskan oleh Bareskrim Polri jika ijasah itu asli sehingga telah memberikan kepastian hukum bagi Jokowi.
“Jadi saya mohon kepada Saudara-saudara saya, bangsa dan se-Tanah Air, sudahlah, kita cari isu yang produktiflah untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara ya,” kata Bahlil
2.Hari ini (14/6), Wakil Ketum Golkar yang juga Gubernur Lemhannas – H.Tubagus Ace Hasan Syadzily (Kang Ace) mengatakan bahwa penetapan Gibran sebagai Wakil Presiden RI periode 2024–2029 merupakan pilihan rakyat dari hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024.

“Jadi itu sudah final, dan kami merasa tidak akan lagi dan perlu mengkaji usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena bagaimanapun, itu keputusan yang sudah ditetapkan, sudah dilantik oleh MPR RI, dan tentu kita tidak perlu mengkajinya. Kita tegak lurus pada hasil pilpres yang menetapkan Gibran sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo”

SIAPA ACE HASAN SYADZILI?
Kang Ace ini dilantik Presiden Prabowo sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/10) lalu sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 146/P Tahun 2024 tentang pengangkatan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional.

Tahun 2013, kang Ace duduk sebagai Anggota Komisi VIII yang membidangi Agama dan Sosial. Tahun 2016, kembali masuk sebagai Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar menggantikan Andika Hazrumi yang terpilih menjadi Wakil Gubernur Banten. Dan ditugaskan menjadi Anggota Komisi II yang membidangi Politik dalam negeri. Pada 2014, Ace menjabat posisi Ketua Komisi VIII DPR. Di era Bahlil Lahadalia, Kang Ace menjadi Wakil Ketua Umum Partai Golkar sejak November 2024 lalu
ADA APA DENGAN ZULKIFLI HASAN?
Entah sedang sakit perut entah bagaimana, ‘ujug-ujug’ tgl. 20 April 2025, Ketum PAN – Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas kepada media mengatakan bahwa PAN berpotensi ‘tidak akan mendukung Gibran Rakabuming Raka’ jika kembali maju di Pilpres 2029 mendatang. Karena PAN akan mengusung kader internal untuk Pilpres 2029, khususnya untuk calon wakil presiden.
Zulhas ini maunya apa?, umur kabinet pun belumlah 1 tahun, juga Pilpres 2029 pun masih lebih dari 4 tahun mendatang. Terlalu dini, prematur dan gegabah bagi kita selaku relawan. Merusak harmonisasi bukan hanya di kabinet namun juga dilapangan/akar-rumput. Namun boleh kita duga Zulhas ambisi mengincar kursi wapres thn.2029?, boljug.

Kita pasti masih ingat, kasus Yandri Susanto , mantan Wkl.Ketua MPRRI Thn.2019-2024 (Pengganti Zulhas) yang berasal dari PAN dan baru dilantik sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal (MendesPDT-RI ) sudah dicemooh

Gegara Yandri menandatangani surat undangan untuk acara peringatan haul kedua almarhumah ibunya, Hj Biasmawati, diatas kop dan stempel resmi dari Kemendes PDT. Surat undangan tersebut juga mencakup perayaan Hari Santri dan Tasyakuran, dan ditujukan kepada para kepala desa hingga RT.
Nah, teman-teman relawan silahkan ambil kesimpulan sendiri ‘siapa teman, siapa lawan’ dalam hal ini khususnya terkait masalah yang sedang dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran juga Jokowi dan Gibran. Benar apa yang dikatakan Presiden Ir.H. Sukarno bahwa “Dalam politik, tiada teman dan lawan yang abadi”
‘Ahahaha…
(Red-01/Foto.ist)



https://www.instagram.com/koranprabowo.id_/profilecard/?igsh=MzB4N3g3NHJkOG15
GIBRAN – DEDI MULYADI2029: https://www.facebook.com/groups/1352370806000370
KORANPRABOWO FB : https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737



