Koranprabowo.id, Unik :

Peringatan Ulang Tahun Dewa Siong Te Kong merupakan tradisi keagamaan penting dalam budaya Tionghoa, Dewa ini dikenal sebagai Dewa Langit atau Penguasa Alam Semesta yang diyakini menjaga keseimbangan Alam dan melindungi manusia agar selalu damai. “Acara ini juga merupakan bagian dari mempertahankan identitas budaya Tionghoa, silahturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan”, demikian Budi D. Ginting – Kord. Koranprabowo.id Prov. Sumatera utara mengawali laporan dan kehadiran di Kelenteng NGO lau 88, Jln HM Yusuf Nuh Kampung Jati Rejo , Desa Sampali, Kec. Percut seituan, Kab. Deli Serdang, Sumatera utara siang tadi (19/4)

Kelenteng dibawah pimpinan Koko Akun dan istrinya ini berdiri tahun 2023 lalu, “Perjuangannya cukup berat untung banyak donatur yang membantu saat pendiriannya kalau pun belum maksimal, apapun kami mengucapkan terima-kasih kepada mereka hanya Tuhan yang mempu membalasnya”, aku Koko Akun saat berjumpa Januari 2026 lalu ditemani pengurus Gereja Sahabat Di Indonesia (GSI) yang juga berada di Kp.Jatirejo

Kata Koko Akun yang hadir lebih dari 30 orang dari berbagai daerah khususnya dari Medan yang juga ‘jamaah’ klenteng NGO Lau 88. Perayaan ulang tahun Dewa ini kalau pun disertai tetabuhan genderang namun berjalan secara khidmat oleh umat, sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur.

Dalam beberapa sumber disebut jika Dewa ini memiliki kedudukan tinggi / memegang otoritas tertinggi dalam struktur kosmos dan bertugas mengawasi keteraturan alam dan diwariskan secara turun-temurun. Disimbolkan juga disertai Ular dan Kura-kura Ular melambangkan penaklukan kejahatan dan keseimbangan kosmos. Salah satu unsur utama dalam tradisi ultah ini adalah pembakaran kertas sembahyang (kim cua).

Kertas tersebut melambangkan persembahan materi yang dikirimkan ke dunia spiritual. Ketika dibakar, kertas sembahyang dianggap sampai kepada dewa sebagai simbol penghormatan. Juga pembakaran dupa dan aneka persembahan; aneka buah, kue tradisional, lilin merah, dsb sebagai bentuk penghormatan serta rasa terima kasih atas perlindungan, rezeki, dan keselamatan yang diyakini diberikan oleh Siong Te Kong.

“Pastinya kami mendukung rencana pembangunan Dusun Pancasila Jati rejo karena disini banyak rumah ibadah kalau pun area kampung atau dusun, upaya bersama dalam menjaga Kerukunan dalam Perbedaan (Toleransi) meskipun berbeda suku, budaya, dan agama. Sebagai contoh nyata toleransi antarumat beragama diterapkan disini”, kata Koko Akun melalui seluler (19/4) lalu.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?