Koranprabowo.id, Politik :
Political Stress Disorder (PSD) itu bukan istilah medis resmi seperti Post-Traumatic Stress Disorder, tapi istilah populer untuk menggambarkan stres berlebihan akibat situasi politik—misalnya karena konflik, berita yang memicu emosi, polarisasi, atau ketidakpastian masa depan. Orang dengan “political stress” biasanya terlalu sering terpapar isu politik (media sosial, berita, debat), lalu emosinya ikut naik-turun terus.

Gejala umum, mirip dengan stres kronis atau kecemasan: Mudah marah atau tersulut emosi saat bahas politik, cemas berlebihan soal masa depan negara, merasa putus asa atau sinis, merasa dirinya paling benar daripada orang lain, dsb. Kalau sudah berat, bisa mendekati gangguan seperti: Anxiety Disorder (cemas berlebihan), stress, depresi, dsb.
Apakah dapat disembuhkan ?, ahahaha….. bisa saja jika Tuhan mengijinkan salah satunya dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan dari psikiater. Dan Fokuslah aktifitas nyata dan lawan kecemasan dan halusinasi. Perbanyak olahraga ringan, ibadah , refleksi, musik, seni, dan yang utama …… ‘berkumpulah bersama orang ‘netral dan orang sehat. ‘Ahahaha….

Teman teman relawan dimana saja berada, entah nyambung atau tidak. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada awal tahun 2026, memperkirakan ada sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Masalah kesehatan jiwa ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari yang ringan seperti gangguan kecemasan dan depresi, hingga gangguan jiwa berat seperti skizofrenia. Per Januari 2026, dilaporkan lebih dari 27 juta penduduk telah menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa.
‘Ahahahah…
(Red-01/Foto.ist)

