Koranprabowo.id, BelaNegara :
Yth Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.
Dan Teman teman relawan dimana saja berada,
Sebelum kita masuk kei-inti dari ceritera kali ini , sebagai muslim pastinya tahu banyak Sahabat Rasulullah SAW yang yang awalnya adalah “preman” atau jawara temperamental misalnya; Umar Bin Khatab, Ukasyah bin Mihshan, dsb termasuk Abu Dzar Al-Ghifari (Jundub bin Junadah) yang kemudian mereka masuk Islam dan dikenal sebagai ahli perang.

Di-edisi lalu kami sedikit berceritera tentang TMP – Taman Makam Pahlawan Tabarenah, Curup utara, Kab. Rejang Lebong. Dan, kami berjanji akan berceritera kepada para viewer media abal-abal ini tentang salah satu sosok pahlawan bernama Zainal Bakti /Zainul Bhakti. Dimana tugas kami untuk menjaga tidak terhapus dalam sejarah jika namanya berada diurutan pertama dari 93 jenasah pahlawan disana dan satu-satunya yang gugur di thn.1945 mewakili laskar/rakyat (Non-TNI/Polri)

Yth Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.
Dan Teman teman relawan dimana saja berada,

Hari Tgl. 9 Februari 2026 lalu kami dengan susah payah mencari makam beliau karena memang di prasasti daftar pahlawan tidak ada disertakan nomor makam, sehingga jika ada renovasi mendatang kiranya hal ini dapat juga menjadi prioritas sehingga keluarga atau pengunjung akan mudah mencari ke-93 makam mereka. Kami mohon ijin dan berdoa kepada Allah SWT agar apa yang ingin kami sampaikan tentang sosok pahlawan ini mendapatkan ridho dan kemudahan dalam segala hal apalagi kita tidak memegang data lengkap dan fotonya.
Keyakinan dan dari beberapa sumber yang kami himpun, usia Zainal Bakti diperkirakan antara 25-30 thn. Sosok sederhana, postur tubuh tegap antara 165 – 175 meter, berkulit coklat gelap, mata tajam rambut agak ikal, tegas dalam sikap. Kekejaman Jepang kepada rakyat hingga November 1945 kalau pun telah proklamasi tidak dapat lagi dihitung jari, TNI (BKR), kalau pun jumlahnya puluhan ribu saat itu plus dukungan kepolisian dan Laskar/rakyat namun minim persenjataan. Akhirnya dipilihlah Zainal , selain dia memang pencuri handal, tahu alam / wilayah Curup dan sakti kemudian dia memimpin ‘pasukannya’ untuk mencuri persenjataan di gudang – gudang Jepang.

Yth Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.
Dan Teman teman relawan dimana saja berada,
Beberapa sumber juga mengatakan saat itu ada beberapa kelompok ala Zainal, misalnya kelompok Zainul, Yusuf Jabalan dan kelompok Ginde Umar. Oh ya masyarakat menyebut profesi ini dengan Risau (pencuri/pengacau) namun kemudian bertobat dan memanfaatkan keahliannya untuk bangsa dan negara.

Zainal mengatur pasukan dengan strategi sendiri kalau pun berkordinasi dengan TNI, ada ritual dan pantangannya. Dalam melakukan aksi biasanya dilakukan antara pkl. 00-04.00 subuh , dia sendiri menyusup gudang musiu , pasukannya menunggu dititik-titik tertentu. Semua mengikuti dan alhamdulillah aksi – aksinya itu banyak membawa hasil termasuk beberapa senapan mesin tipe 96 lengkap dengan magazinnya berisi peluru penuh yang memang tidak dimiliki TNI saat itu.

Yth Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.
Dan Teman teman relawan dimana saja berada,
Atas keahliannya itu TNI pasti terasa terbantu namun menjadi masalah bagi Jepang yang tetap ‘keukeuh tidak mau meninggalkan Rejang Lebong bahkan menjadi brutal dengan menyerang warga sipil tanpa alasan dan banyak membawa korban.

Selain peran Zainal aja juga peran laskar Tionghoa saat itu mereka menyelundupkan senjata -senjata curian hingga ke pos pos TNI itu dengan menyamar sebagai gerobak sayur, ikan dsb. Hingga kemudian diantara tgl.5-15 Oktober 1945, apalagi TNI akan melakukan penyergapan besar sehingga membutuhkan banyak senjata dan amunisi baru. Zainal akan melakukan aksinya lagi, saat itu ada sedikit ragu karena ini adalah malam ‘pantangannya’ namun demi bangsa dan negara dia pun berkordinasi dengan TNI dan pasukannya akan mencuri senjata dan amunisi di kilang tenun Teikoku di Air Putih yang juga dijaga ketat Jepang.
-BERSAMBUNG-
(Red-01/Arie/Joko/Herman – Foto.ist)
