Koranprabowo.id, HotNews:

Bismillahirahmanirahiim, Assalamualaikum wrwb.
Yth Gubernur Bengkulu, Bapak H. Helmi Hasan, S.E.
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.
Tgl. 11 Maret 2025 lalu kami sempat menayangkan tulisan tentang “Mengapa Sulit Mengurus TMP Tabarenah”, alhamdulilah kemarin (9/2) saya yang dari Bandung diantar Kord.Koranprabowo.id Prov. Bengkulu – Arie Kurniawan diijinkanlah Allah SWT – Tuhan YME ada disana, takjub itu kesan kami melihat TMP Tabarenah saat ini. Dan jangan sampai Tabarenah yang selama ini dikenal sebagai ‘Desa perjuangan’ yang berada di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, provinsi Bengkulu akan sirna dimakan waktu dan tiada terurus. Ada beberapa hal kami catat diantaranya;

1.Tanaman kates/pepaya yang berada disisi kanan-kiri area makam jumlahnya lebih dari 300 pohon diatas lahan non-produktif 1 hektar membuktikan pengelola menyadari pentingnya program ketahanan pangan di Kab. Rejang Lebong khususnya kec. Curup utara. Apalagi dari 10 kab/kota di Bengkulu kab. Rejang Lebong dikenal sebagai penghasil pepaya sekitar 8.835 kuintal/tahun (883.500 Kg atau 883,5 ton/tahun).
Panen pepaya awal dilakukan saat usia diatas 9 -10 bulan tanam , kemudian menyusul setiap 15 hari panen. Setiap hektar mampu menghasilkan 2 ton, jika di TMP Tabarenah ditanam 300 pohon dengan jarak ideal min.2,5 x 2,5 meter maka akan berbuah minimal 15 buah/pohon dengan nilai jual sekitar Rp. 15.000- 29.000/buah selayaknya akan didapat @Rp.15.000 x15 buah/pohon x300 pohon =Rp. 67.5 juta/panen (?). Bagaimana jika ditanam lebih dari 1000 pohon?, Keren lah.

Yth Gubernur Bengkulu, Bapak H. Helmi Hasan, S.E.
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.

Kami bangga disana ada Ramin dan Dodik Iswandi yang menjaganya, semoga ini menjadi contoh terhadap lahan-lahan non-produktif yang ada disekitar Kab. Rejang Lebon untuk tidak malu disiasati sebagai lahan ketahanan pangan sebagaimana telah dirintis Dinas Sosial Kab. Rj.Lebong. Dan, kita masih memerlukan banyak Ramin dan Dodik untuk mendukung program Ketahanan pangan di Kab. Rj.Lebong, Sukarelawan, lillahi ta’alla. Insya allah pak Gubernur dan Bupati paham maksud kami.

2.Prasasti nama nama pahlawan dan banyak Nisan makam yang tiada nama atau nama telah memudar, mohon kiranya diperhatikan.
3.Ruangan disisi kiri gerbang sayang seperti tidak terurus,mohon kiranya diperhatikan.
4.Cat tugu tampak telah memudar & Penerangan malam hari kurang sehingga terlihat kumuh dsb, mohon kiranya diperhatikan.
5.Conblok pelataran makam semakin lama mulai tidak nampak karena tertutupi rumput liar,mohon kiranya diperhatikan.
6.Area parkir terlihat mubajir jika saja dapat dibangun serupa kios UMKM yang dikelola oleh TP.PKK, remaja masjid atau karang taruna sekitar maka akan terlihat lebih segar dan produktif sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Keren lah.

Yth Gubernur Bengkulu, Bapak H. Helmi Hasan, S.E.
Yth Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, SE., M.AP.
Efisiensi anggaran pusat memang berdampak akan banyak hal bagi pemerintah daerah namun masih banyak relawan yang perduli soal itu termasuk kami dari Koranprabowo.id dan Koranjokowi.com. Percayalah. Dan kami siap digarda terdepan.

Teman teman relawan dimana saja berada, Insyaallah edisi depan kami akan sampaikan laporan mengenai Tugu Pahlawan Tabarenah yang juga kini terlihat ‘sendiri, sunyi dan kumuh. insyaallah juga akan kami perkenalkan salah satu pahlawan bernama Zainal Bhakti – Laskar Rakyat yang gugur saat pertempuran dahsyat dengan Jepang sekitar tgl. 17 – 22 Desember 1945. Demikian mohon maaf jika ada hal yang tidak berkenan.

Salam untuk Ramin dan Dodik, khususnya Kadinsos Kab. Rj. Lebong.
‘Keren !
Wassalamualaikum wrwb.
(Red-01/Arie/Foto.ist)

[ilustrasi sosok pahlawan Zainal Bhakti]
