Koranprabowo.id, Daerah :

Dari diskusi dengan PimRed kemarin (6/11) , konon, ada 604 hektar lahan perkebunan di Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, yang dianggap belum produktif akan ‘disulap’ sebagi target pembangunan Cetak Sawah Rakyat (CSR), diversifikasi dari lahan sawit, buah durian dan kopi untuk dicetak menjadi sawah. 604 hektar itu adalah langkah awal dari target 1.075 hektar , selain tidak dalam satu hamparan kendala lain adalah minimnya irigasi untuk sawah.

Hal lain, Luas lahan eks-HGU di Kabupaten Rejang Lebong masih sangat banyak atau sekitar 7.190-an hektar, hingga akhir tahun 2024 lalu, misalnya; eks. PT BMS: 6.926 hektare, PT Sembada Nabracom: 293 hektare di Desa Sentral Baru dan Barumanis, PT Budi Putra Makmur: 301 hektare di Desa Kayu Manis, PT BRI: 603 hektare. dsb.

Program Presiden mengenai ketahanan/swasembada pangan memang prioritas apalagi Kab. Rejang Lebong mempunyai potensi sebagai penghasil kopi, Potensi hortikultura ( sayuran, dan buah-buahan seperti jeruk, apel, dan pisang haje kuning), potensi perkebunan lainnya adalah karet, aren (gula merah dan kolang-kaling), kelapa, kakao, lada, kemiri, pinang, dan pala. 

“Namun jangan juga lupa jika mayoritas penduduk Kab.Rejang Lebong adalah Muslim, dengan persentase 97,73% dari total penduduknya sekitar 286.000 jiwa. Syangnya jumlah pesantren disana menurut data Kemenag Prov Bengkulu tahun 2024 barulah sekitar 13 ponpes yang terdaftar resmi. Bahkan tercatat Jumlah yatim piatunya sekitar 1.267 orang yang terdiri dari anak yatim, piatu, dan yatim piatu.”, tutup PimRed.

Saya paham kemana arah pembicaraan ini, hmm.

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?