Koranprabowo.id, Jadoel :

Hitler dan rezim Nazi memerintahkan penghancuran beberapa desa sebagai tindakan balasan brutal atas serangan perlawanan atau untuk tujuan pembangunan militer. Dua contoh desa yang paling terkenal adalah: 

1. Lidice (Cekoslowakia, sekarang Republik Ceko) 

Pada tanggal 10 Juni 1942, desa Lidice dihancurkan sepenuhnya atas perintah pribadi Adolf Hitler sebagai pembalasan atas pembunuhan pejabat tinggi Nazi Reinhard Heydrich oleh agen-agen Ceko. Tentara Jerman mengeksekusi semua pria di desa tersebut yang berusia di atas 16 tahun, mengirim wanita dan anak-anak ke kamp konsentrasi (sebagian besar anak-anak kemudian dibunuh di kamp pembasmian Chełmno), membakar desa, dan meratakannya dengan tanah. 

2. Oradour-sur-Glane (Prancis)

Pada tanggal 10 Juni 1944, pasukan Waffen-SS Jerman membantai hampir seluruh populasi desa—642 pria, wanita, dan anak-anak—sebelum membakar desa tersebut hingga menjadi puing-puing. Tidak ada bukti kuat yang mengaitkan penduduk desa dengan perlawanan Prancis secara signifikan, dan reruntuhan desa ini sengaja dibiarkan tidak tersentuh hingga hari ini sebagai museum dan pengingat akan kekejaman Nazi. 

Desa Lainnya: Selain itu, ada juga desa Ležáky di Ceko yang dihancurkan beberapa minggu setelah Lidice karena di sana ditemukan pemancar radio milik gerakan perlawanan. Selama Perang Dunia II, ratusan desa di negara-negara seperti Polandia dan Belarus juga mengalami nasib serupa, dimusnahkan sebagai bagian dari kebijakan pendudukan Jerman yang brutal. 

Döllersheim di Austria juga merupakan desa yang “dihilangkan” (dievakuasi paksa dan kemudian digunakan sebagai area pelatihan militer) oleh rezim Nazi, meskipun ini terjadi untuk tujuan pembangunan tempat latihan militer daripada tindakan hukuman langsung. 

‘Semoga bermanfaat,Amin.

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?