Koranprabowo.id, LifeStyle :
Nama saya sebetulnya Juningsih namun PimRed memberi nama ‘Jupe’ entah apa alasannya. Hari Jumat, tgl. 31 Oktober 2025 lalu saya diminta oleh PimRed dan Bang Adi Sinyo untuk hadir di acara Podcast oleh HP Podcast dengan tema “Pesan Kehidupan Lewat Tulisan” di studio KPA- Komisi Penanggulangan Aids Kota Cirebon. Kebetulan PimRed dan Bang Agus Nur Ismail sebagai narsum Podcast. Saya diminta untuk mengikuti secara seksama dan membuat notulennya, kemarin (20/11) PimRed mengingatkan saya tentang notulennya itu.
Saya bukan jurnalis saya hanyalah relawan pastinya agak kikuk juga untuk menyusun kalimat agar menjadi indah, “Tidak perlu pusing menulis, sampaikan saja data dan fakta selebihnya urusan redaksi”, kata PimRed . Oke.

1.Kata PimRed, saat awal Podcast, Podcast adalah Lifestyle manusia modern karena gabungan antara visual dan audio sehingga lebih mudah disampaikan kepada masyarakat baik yang langsung atau tunda. Saat ditanya Host mengapa menekuni bidang menulis, kata PimRed awalnya tidak ada sedikit pun keinginan untuk menjadi penulis, malah maunya menjadi TNI AL karena terlihat keren berpakaian putih putih dan berdiri diatas kapal namun karena berkaca-mata minus sejak SMP maka cita-citanya itu pupus ditengah jalan
2.Setiap manusia diberikan talenta yang berbeda-beda maka banyak profesi dimuka bumi ini, relawan bukan profesi namun bagian dari aktifitas manusia, jenisnya pun beragam ada relawan kesehatan, pendidikan, LH, politik, pariwisata, sosial, budaya dsb.
3.Menjadi relawan melalui kegiatan media ,baik online atau bukan juga banyak manfaatnya karena bisa menyampaikan temuan, laporan dan harapan masyarakat dibawah agar diperhatikan pemerintah dsb.Yang terpenting data dan fakta harus valid/benar. Sehingga tidak menjadi fitnah, hoaks dsb karena akan benturan dengan hukum.

4.PimRed mencontohkan banyak terlibat dalam kegiatan konflik agraria baik di Sumatera, Lampung, Jambi, dsb. Termasuk penanganan soal konflik Gajah dengan masyarakat kecamatan Air Sugihan, Kab. OKI, Sumsel bulan Agustus 2025 lalu. Dimana selain ditayangkan dalam bentuk tulisan juga cukup membentangkan spanduk himbauan agar tidak melukai dan membunuh Gajah karena melanggar hukum. Namun disisipkan kalimat bagaimana jika Gajah yang melukai atau membunuh warga?

5.Kepada Host, PimRed mengatakan dalam tulisannya kerap menggunakan pola Jenis-jenis majas sindiran; Ironi – Sindiran yang halus, dan Sarkasme – Sindiran yang kasar, tajam, dan seringkali menyakitkan.
5.Termasuk dalam kasus di kabupaten Madina, Mandailing Natal, Sumatera utara September 2025 lalu. PimRed mendapatkan laporan disana jika polusi debu jalan desa sangat parah dan telah tahunan tanpa digubris, debu tanah yang diakibatkan banyak truk kelapa sawit keluar masuk desa disikapinya dengan membuat tulisan disertai foto tentang balita yang sedang makan.Kemudian diberikan judul Sarkasme.

6.Tulisan atau berita akan lebih lengkap jika disertai foto/visual, termasuk pembuatan judul yang ‘cetar membahana’ maka akan lebih disukai pembaca sehingga pesan pun akan lebih cepat sampai ke masyarakat.
7.Relawan melalui media adalah aktifitas sosial, kesuka-relaan, kesuka-relawanan, ikhlas dan berharap penuh kepada Tuhan YME. Jadi jangan putus asa jika tulisan kita tidak diatensi pihak terkait karena itulah kerja relawan.
Semoga PimRed memaklumi tulisan ini,Aamiin YRA. Hampura.
(Foto.ist)
