Koranprabowo.id, Politik :
Tahun 2016 lalu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menyurati Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, untuk mengembalikan uang transportasi dari Konsulat Jenderal Indonesia di New York yang digunakan untuk menjemput anaknya.
Surat yang ditandatangani dengan kop surat formal itu juga di-unggah di Twitter , maklum saat itu dia memang ‘dewa x’, disitu juga ditulis “Jakarta, 28 ]uni 2016 Kepada Yth. Ibu Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Cq. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Dengan hormat, Sesuai pembicaraan via telepon dengan Dirjen Protokol dan Konsuler, bersama ini saya kembalikan uang transportasi (bensin+tip) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York yang telah terpakai menjemput anak saya Shafa Sabila dari bandara John F. Kennedy, New York City ke rumah kawan saya orang Indonesia di Queens, New York City (jarak : 13 KM), Amerika Serikat pada tanggal 12 Juni 2016.

Saya perkirakan bensin yang terpakai sekitar kurang dari US$ 100 (Rp. 1.330.000,-). Rp. 2.000.000; sekaligus untuk tip supir. Mohon disampaikan pada KJRI Terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Hormat saya, Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Sontak surat yang di-publish ini disebut netizen sebagai ‘surat sakti’, padahal dengan dipublish publik menjadi tahu tempe bahwa ada ‘masalah’ saat itu. Fadli bahkan mengatakan jika putrinya itu memang ke Amerika dalam rangka mengikuti kegiatan Stagedoor Manor Camp di Loch Sheldrake. Namun terkait adanya permintaan fasilitas, Fadli membantah. Fadli menyebut bahwa permintaan fasilitas merupakan ‘inisiatif stafnya’. ‘Jiiiaaaaahhh….

Shafa lahir pada 19 Maret 1998 di Jakarta. Ia merupakan putri sulung dari Fadli Zon, seorang politisi dan budayawan, dengan Katharine Grace. Ia pernah menimba ilmu mengenai teknik menyanyi, tari, musik, dan drama di sekolah talenta Stagedoor Manor di New York, Amerika Serikat. Satu lembaga pendidikan yang telah banyak menghasilkan aktor dan aktris terbaik dunia, seperti Natalie Portman, Robert Downey Jr, Lea Michelle, dan lainnya.
Benar atau tidak kasus itu , semoga tidak mengganggu psikology-nya Shafa sampai saat ini maklum ‘tukang bully’ itu ada dimana-mana. Kedua, yang jelas stafnya Fadli zon ‘songong’ karena pastinya nggak ijin boss-nya. Kalau saya jadi Fadli, orang kaya gitu bagusnya digantung di-monas karena telah merusak kredibilitas.
‘Jiiiiaaahhhh..

Oh ya mumpung lagi ‘ngomongin’ Fadli Zon, kita juga pasti ingat kelakuannya sejak Pilpres 2014 lalu kepada Jokowi?, dia pernah bilang Jokowi itu beda dengan pejabat lainnya karena membaca Dora emon dan sinchan. Menyebut program Nawacita menjadi Nawaduka, menciptakan puisi dan lagu yang dikhususkan pada Jokowi. Kedua karyanya itu diberi judul ‘Ada Genderuwo di Istana’ dan lagu ‘Sontoloyo’, juga ‘Sajak Sepatu Kotor’ dimana menyindir Jokowi yang gemar blusukan jika ada kebakaran hutan, dsb.
Namun dia menjadi ‘anak manis’ setelah Jokowi memberikan Bintang Mahaputra Nararya karena dianggap ‘berjasa’ selama menjabat wakil ketua DPR 2014-2019.
‘Jiiiiaaahhh…
(Red-01/Foto.ist)



GIBRAN – DEDI MULYADI2029:https://www.facebook.com/groups/1352370806000370
KORANPRABOWO FB :https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737




