Koranprabowo.id, PolitikHukum :
Ahok , Basuki Tjahaja Purnama, atau BTP dilahirkan tgl. 29 Juni 1966 di Manggar, Belitung timur. Dia adalah salah satu putra terbaik dan harapan kita semua (saat itu) dalam membawa Indonesia yang dimulai dari Ibu kota Jakarta. Ahok adalah putra dari pasangan Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw)
Saat Pilgub DKI Jakarta 2012 kita semua berjuang bagaimana caranya Ahok dapat berpasangan dengan Joko Widodo yang baru saja ‘hijrah’ dari Solo setelah menyelesaikankan jabatannya sebagai walikota Solo 2 periode, thn.2005 – 2010 diusung PDIP-PKB . Dia bersama wakil walikota – FX. Hadi Rudyatmo meraih suara ebih dari 36,6%. Ia berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan persentase suara sebesar 36,62%.


Setelah terpilih, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi politik Jokowi yang berbeda dengan kebanyakan gaya komunikasi politik pemimpin lain pada masa itu, yang menjadi kajian riset mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia khususnya konsep ‘blusukan’
Tahun 2010, Jokowi – FX. Rudy ikut kembali Pilkada Solo diusung PDIP, PAN dan PKS kemudian meraih suara lebih dari 90% atau 248.243 suara. Tingkat partisipasi pemilu ini mencapai 71,8%, sehingga merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2010.

Menjelang Pilgub Jakarta thn.2012, yang diikuti oleh 6 paslon. Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri, karena merupakan kader PDI Perjuangan, maka Jusuf Kalla meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri, yang awalnya terlihat masih ragu. Termasuk keinginan Prabowo yang ingin memajukan Jokowi. Pasangan ini awalnya tidak diunggulkan.
Selain kerja mesin parpol, jangan lupa ya teman, relawan pun ikut andil memenangkan Jokowi-Ahok dengan simbol ‘kotak-kotak’ sehingga mencapai 2,7 juta suara (53%) , termasuk di putaran 1 meraih suara 42,6% sementara Fauzi Bowo – Nahrowi meraih 34,05% suara

Tgl.15-16 Juni 2013, relawan Jokowi membuat acara KONGRES RELAWAN JOKOWI SEDUNIA THN.2013 (AKAR JOKOWI 2013) di Gedung Indonesia Menggugat , Bandung dimana dimana sebagian teman – teman yang sekarang di Koranjokowi.com dan Koranprabowo.id adalah salah satu penggagas sekaligus tuan rumah (Arief p.suwendi, Ani ‘Neng Gartini, dsb) acara ini. Dimana salah satu hasilnya adalah ‘agar PDIP segera mencalonkan Jokowi’ sebagai Capres thn.2014.

Pada 1 Juni 2014, Gubernur Jokowi mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014, maka Ahok resmi diangkat menjadi Pelaksana Tugas Gubernur. Setelah terpilih dalam Pemilu Presiden 2014, Jokowi pun resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2014. Secara otomatis, Ahok menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta.
Pada 10 September 2014, Ahok memutuskan keluar dari Partai Gerindra disebabkan karena perbedaan pendapat pada RUU Pilkada. Partai Gerindra mendukung RUU Pilkada, sedangkan Ahok dan beberapa kepala daerah lain memilih untuk menolak RUU Pilkada karena terkesan “membunuh” sistem demokrasi di Indonesia. Kemudian era Pilgub Jakarta thn.2017 Ahok berencana pakai jalur independen, tetapi pada akhirnya ia memutuskan maju dengan koalisi partai politik.

Ia mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dengan didampingi oleh Djarot Saiful Hidayat dengan dukungan dari PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, PKPI , PSI, PPP dan PKB. Ada pun relawan Jokowi sedang fokus di Pilpres 2014 memenangkan Jokowi-JK, dan …. suara Ahok-Djarot pun jeblok karena yang menang adalah Anies Baswedan–Sandiaga Uno dengan suara 3,2 juta (57%).
Namun di Pilpres 2014 , relawan berhasil mengantar Jokowi-JK menang dengan raihan suara lebih dari 70,3 juta suara atau 53%, sedangkan Prabowo – Hatta hanya 62 juta atau 46%.
Pasca mengalami kekalahan dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Ahok justru divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena dianggap ‘melecehkan’ agama Islam. Kalau pun Ahok adalah teman dekat dekat Jokowi yang saat itu menjabat Presiden, namun Jokowi tidak melakukan intervensi hukum apalagi Abolisi atau Amnesti.

Kepada media saat itu Presiden Jokowi mengatakan agar ‘semua pihak menghormati proses hukum yang ada’, sebagaimana hal ini juga disampaikan saat media menanyakan sikap presiden Prabowo dengan memberikan abolisi dan amnesti kepada Tom Lembong dan Hasto.
Pada tanggal 24 Januari 2019, Ahok dibebaskan dari penjara. Dan, tanggal 22 November 2019, Ahok diminta Jokowi sebagai Komisaris Utama Pertamina hingga dia mundur Jumat (2/2/2024) karena masuk PDIP dengan mendukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 lalu.
Belum juga sepekan usia Ahok di PDIP, Tgl. 8 Februari 2024 dihadapan publik saat Ahok ditanya mengapa memilih Ganjar dan Mahfud atas pertanyaan seorang perempuan. Ahok membuat statemen yang tidak ‘nyambung’ bahkan seolah melecehkan dengan mengatakan Jokowi dan Gibran tidak bisa kerja. “Sekarang saya mau tanya, di mana ada bukti Gibran bisa kerja selama wali kota? Terus ibu kira Pak Jokowi juga bisa kerja?”

‘Itulah mulut Ahok, toh sekarang pun Ahok tidak jadi apa-apa dan bukan siapa-siapa. Beda dengan mantan istrinya (Veronica Tan) di kabinet ini dipilih sebagai Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia sejak 21 Oktober 2024 lalu.
(Red-01/Foto.ist)
