Koranprabowo.id, Politik :
‘Silent majority adalah sekelompok orang yang merasa terpinggirkan, dibungkam, atau kurang terlayani oleh sistem politik. Namun jika mereka ‘bergerak’ akan memiliki kemampuan yang sangat besar untuk memengaruhi hasil suatu pemilihan umum.
Mereka bertebaran dalam lintas profesi, komunitas, usia, pendidikan, etnis, agama dsb. Dan mereka tidak terikat kepada partai tertentu, Silent majority (SM) adalah suara mayoritas yang diam. Mereka tidak terlibat aktif dalam politik, seolah bersembunyi dari kegaduhan.

Dalam beberapa Pemilihan legislatif, kepala daerah dan pilpres. Peran SM sangat luar biasa, contohnya saat Pilgub DKI Jakarta thn.2012, Jokowi harus berusaha menarik simpati SM apalagi Golput thn.2007 – 2012 sangat tinggi yaitu sekitar 34,35%.
Kesalahan lawan politik Jokowi saat itu mereka menggunakan isu kasar; Jokowi PKI, Dsb. Sehingga SM pun tergerak untuk memenangkan Jokowi yang berpasangan dengan Ahok yang notabene Tionghoa, maka Golput thn.2012 pun menurun hingga 33,2% , ada sumbangan 2,2% suara yang kita yakini mayoritas mereka adalah SM yang sebelumnya Golput.
Menjelang Pilpres thn.2014, angka Golput sekitar 29,01%. Saat Jokowi juga ‘digebuki’ dengan fitnah Jokowi PKI, Jokowi antek asing dsb, SM pun datang dan membantu Jokowi-JK sehingga angka Golput menurun menjadi 24,7%.

Juga saat Pilpres 2019 dengan maraknya hastag #2019 Ganti Presiden, SM pun datang memenangkan Jokowi-Maruf Amin sehingga angka Golput thn.2024 pun tersisa 19,7%. Namun entah karena Jokowi tidak lagi ikut Pilpres 2024, maka angka Golput Pilpres 2024 menaik. Saat itu jumlah penduduk nasional sekitar 279,1 juta jiwa, jumlah pemilih sekitar 168,4 juta jiwa, berarti yang ‘Golput’ sekitar 110 juta jiwa?, atau 39%?, padahal suara Prabowo-Gibran mencapai 58%. Dan kita yakini SM pro-Jokowi menyerahkan suaranya melalui Gibran di Pilpres 2024 lalu.
Entah bagaimana juga saat Pilkada DKI Jakarta thn.2024, tingkat Golput nya tinggi yaitu sekitar 3.489.614 orang (42,48%) juga ada surat suara tidak sah sebanyak 300.000.

Bolehkah kita ambil kesimpulan ekstrim bahwa Jokowi memang The Master dalam meraih simpati dan atensi Silent Majoritas alias Golputer’s?, boleh saja. Lalu bagaimana dengan Pilpres thn.2029 mendatang, apakah Jokowi akan ikut serta nyapres atau berdiam diri?, jika ikut tidak terbayang berapa suara yang akan diraih apalagi selama ini Jokowi dicaci-maki para pembencinya termasuk lingkaran pendukung Prabowo, pastinya ini juga telah ‘membangkitkan’ SM bereaksi melalui media sosial membelanya.
‘Wallahualam bishowab.
(Red-01/Foto.ist)



KORANJOKOWI 2019-2024: https://www.youtube.com/@koranjokowiofficial55
KORANPRABOWO FB :https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737
https://www.facebook.com/share/1ApupGtMtL




KORANJOKOWI 2025 β 2029:
https://youtube.com/watch?v=1ISIHs_U3y8%3Ffeature%3Doembed
KORAN PRABOWO 2025 β 2029:
https://www.youtube.com/@KORANPRABOWO-h7c

