Koranprabowo.id, Reliji :
Kemarin , Kamis malam (4/12) kembali dilakukan Manaqib Syech Abdul Qodir Al Jailani bersama KH Muhammad Abbas Billy Yachsy (Gus Abbas Buntet) di Pesantren milik beliau, An-Nadwah, Buntet, Kab. Cirebon. Alhamdulillah, saya dan istri (Septi Handayani) dapat hadir disana . Rutinitas malam Jum’at yang diadakan salah satunya membaca manaqib Syech Abdul Qodir Al Jailani dibarengi dengan Wadhifah (cara2 jalan tasawuf), Thoriqoh sathoriyah ( Syech Abdullah as Syhatori), dengan Istighroq (menenggelamkan diri dihadapan Allah)

Teman teman relawan dimana saja berada, Istighroq dibagi menjadi dua.
Istighroq sholawat (membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW dan didalam hati minta kepada Allah supaya bisa belajar mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dan diakui sebagai umatnya)..
Semoga kita semua diakui sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW & diaku golongan pecinta rajanya wali Syech Abdul Qodir Al Jailani.

Istighroq istighfar (membaca istighfar dan di dalam hati meminta maaf kepada Allah SWT karena belum bisa menjalankan segala sesuatu yg diwajibkan oleh Allah SWT, dan memohon kekuatan agar diberikan kekuatan agar bisa menghindari segala sesuatu yg dilarang oleh Allah).
Beliau , Syekh Abdul Qadir al-Jailani (1077–1166 M) adalah ulama fikih dan ahli tarekat yang sangat dihormati oleh semua kalangan umat Islam. Karya ilmiahnya sangat banyak, mulai dari ilmu fikih, tasawuf, hingga tafsir. Salah satunya adalah Kitab Futuhul Ghaib.

Allah SWT mengaruniai Syekh Abdul Qadir 12 anak yang semuanya laki-laki. Mereka adalah: Syekh Abdul Wahhab, Syekh Abdur Razzaq, Syekh Abdul ‘Aziz, Syekh Abdul Jabbar, Syekh Abdul Ghafur, Syekh Abdul Ghaniy, Syekh Shalih, Syekh Muhammad, Syekh Musa, Syekh ‘Isa, Syekh Ibrahim, dan yang terakhir Syekh Yahya. Adapun istrinya bernama Fathimah, sang pelayan Tuhan dari Bani Alawi. Semoga Allah mensucikan jiwa mereka seluruhnya.
Syekh Abdul Qadir al-Jailani wafat setelah sebelumnya menderita sakit tgl. 21 Februari 1166 dimakamkan di Baghdad, Iraq. Yang kemudian dikenal sebagai Masjid Abdul Qadir al-Jilani atau Al-Ḥaḍrat Al-Qādiriyyah


Teman teman relawan dimana saja berada,
Manaqib adalah biographi / riwayat hidup seseorang, terutama tokoh-tokoh besar Islam baik wali atau ulama. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti “mendalami” atau “menggali”. Dalam praktiknya, manaqib sering merujuk pada tradisi pembacaan kisah dan keutamaan para wali untuk meneladani akhlak dan perjuangannya, seperti manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Selain dihadiri oleh para santri/wati Pesantren Ad-Nadwah, kolega/ relasi Gus Abbas, juga masyarakat sekitar ,Alhamdulillahirabil’alamiin. Oh ya, Gus Abbas Buntet, atau KH Muhammad Abbas Billy Yachsy, seain sebagai pengasuh pesantren An-Nadwah Buntet beliau juga adalah Ketua Umum PWI-LS ( Perjuangan Wali Songo Indonesia, Laskar Sabililah). yang keturunan Sunan Gunung Jati dan Kyai Abbas Buntet – Singa Dari Barat 10 November 1945.
(AF/Septi-Foto.ist)
