Koranprabowo.id, Parekrafbud :

Batik sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda yang diresmikan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu. Dengan adanya Hari Batik Nasional, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dan tentunya generasi muda untuk tetap bangga memakai dalam segala aktifitasnya. Hal lain , kita harus ikut melesatrikannya mengingat Indonesia memiliki kekayaan motif batik dari masing-masing daerah penjuru Indonesia.

Sesuai rilis Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian tahun 2022-2025 , dari 65,2 juta UMKM nasional jumlah UMKM batik ‘hanya’ tercatat sekitar 3.159 unit usaha, dimana 208 unit usaha berskala besar, sementara yang 2.951 unit.

Teman teman relawan dimana saja berada,

Dalam sejarahnya kota Bandung bukanlah kota pengrajin Batik karena memang seperti itu, namun dalam naskah “Siksa Kanda Ing Karesian,” yang berasal dari abad ke-12 hingga ke-13, disebutkan berbagai motif batik yang sudah dikenal di era Rakean Darma Siksa, antara tahun 1175 hingga 1297.

Motif-motif kuno seperti Ragen Penganten dan Kampuh Jayati, merupakan bukti bahwa seni membatik di kota Bandung sudah berkembang cukup lama. Akan tetapi, ketika Kerajaan Pakuan Pajajaran runtuh pada tahun 1579, motif-motif batik ini ikut tenggelam dalam sejarah, seolah hilang tanpa jejak. Dan semua diam khususnya di era thn.1980-2000 lalu.

Maka kemudian kami menjadi relawan batik di kota Bandung dan melakukan beberapa rangkaian acara di acara Hari Batik tgl. 1-2 Oktober 2009 lalu; Talkshow, Parade kota Bandung, Bazzar Batik dsb. Sekaligus menghimbau kiranya Pemkota Bandung mempunyai ‘Batik Sendiri’ alias diluar Batik KORPRI.

Sayangnya karena banyak aktifitas lain , sampai saat ini saya belum paham apakah kemudian kota Bandung mempunyai batik khas sendiri yang kemudian dipakai oleh ASN/PNS Pemkota Bandung, ada Perdanya, sejak kapan dan apa nama Batiknya?, agh, sudahlah.

Dari kota Bandung mari kita telusuri hal serupa di kota Kediri, Prov. Jawa Timur. Dari beberapa sumber disebutkan jika Pemkota Kediri tahun 2012 telah meresmikan motif batik tulis khas daerah dengan motif utama ‘TERATAI’ dan ‘GARUDA MUKHA’. Kemudian menyusul motif Simpang Lima Gumul, Bolleches, Garuda Muka Sekar Jagad, Kuda Kepang, dsb.

Hal lain kami banyak temuan dan laporan baik dari perorangan atau kelompok atas hal – hal dibawah ini yang harus segera disikapi, diantaranya ;

1.Apakah Pemkota Kediri telah mengeluarkan Perda terkait tentang Batik kota Kediri?, kapan dan bagaimana evaluasinya?

2.Hendaknya Pemkota Kediri memahami bahwa para dari 30-an UMKM Batik kota Kediri bukan semata butuh bantuan dana, bukan pelatihan, tapi bagaimana bisa menjual produk akhirnya. Dan program apa yang telah dibuat Pemkota Kediri untuk menjawab ini?

2.Benarkah anggapan orang jika UMKM Batik kota Kediri sangat kecil memproduksi motif batik tulis berbeda dengan motif batik cap dan batik printing yang lebih dominan?

3.Mengapa pengrajin/UMKM Batik lebih memilih promosi melalui sosial media?

4.UMKM Batikkota Kediri adalah usaha swasta/masyarakat, sehingga pendapatannya masuk ke kantong pelaku usaha, kemudian melahirkan PPH dan PPN untuk diserap APBD. Pertanyaannya sudah adilkah ini dimana jika produksi Batik melemah berarti pajak berkurang , bagaimana keterkaitan dengan upaya Pemkota Kediri menyikapi ini karena APBD harus tetap dialokasikan untuk pembinaan, pelatihan, bantuan alat, pameran/exhibition, sosialisasi dsb untuk UMKM batik.

5.Target APBD Kota Kediri tahun 2026 sekitar Rp. 1,2 triliun hendaknya peran UMKM Batik dapat lebih optimal kalau pun (mungkin selama ini) sektor ini dianggap ‘sebelah mata oleh siapapun.

6.Dekranasda Kota Kediri adalah salah satu elemen kesuksesan sektor UMKM Batik selama ini dan mendatang baik melalui pameran, workshop, hingga fasilitasi digital marketing. Sehingga jangan dibiarkan sendiri dan perlu di-support oleh relawan Koranprabowo.id. Ehehe.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?