Koranprabowo.id, Unik :

“Relawan bukan hanya ada didunia politik dia bisa dalam profesi dan aktifitas apapun”, seperti itu yang saya ingat ‘wejangan’ PimRed sejak bergabung di Koranjokowi.com thn.2019 lalu, kalau pun hendak serupa profesi jurnalis haram hukumnya menjadi ‘bodrex’, berkesan.

Kali ini saya menampilkan sosok relawan atau lebih tepatnya hanya seorang pria yang gemar dengan fotography, namanya Robert Landsburg. Yang mempunyai mimpi untuk mendaki Gunung St. Helens tinggi lebih dari 2.550 mdpl berlokasi di Skamania , County, USA.

Hingga tibalah di tgl. 18 Mei 1980 , saat itu Robert berencana naik gunung padahal pemerintah telah melarang warga untuk mendaki karena gunung itu sedang ‘ngadat, kalau pun saat itu belum ada sosial media, Robert berencana membuat foto terbaiknya.

Dengan bekal seadanya Robert terus bergegas naik menuju puncak, dia hanya memikirkan perlengkapan foto tidak lainnya. Hampir 1000 meter atau sekitar 6 Kilometer mendekat kawah , tiba – tiba gunung tidur itu berdentum, awan hitam dan pecahan lahar menyebar kemana – mana termasuk derasnya aliran piroklastik, benda – benda padat yang ada didalam Gunung bercampur lahar dan api disertai campuran gas panas demikian dahsyat meluncur menghancurkan apapun.

Robert terus memainkan kameranya, saat tahu lahar mendekat, dia memasukan kameranya kedalam tas ransel, didekapnya erat-erat. ………..buuummmm ………………. tubuhnya terkoyak, gosong, tiada sisa. Hingga kemudian SAR menemukannya 17 hari kemudian, Meskipun Robert tewas, kamera dan film hasil jepretannya itu ‘aman karena terlindungi tubuhnya. Kemudian menjadi viral di seluruh dunia, padahal dia tidak terikat sebagai fotographer pada satu media , tidak komersil atau tidak mengejar materi dia memang relawan sejati kalau pun sebagian orang menganggapnya ‘konyol. Matursuwun PimRed yang selalu memberikan motivasi positip. Amin.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?