Koranprabowo.id, BelaNegara :
Detasemen Polisi Militer III/3 Cirebon (Denpom III/3 Cirebon) merupakan satuan pelaksana Polisi Militer Kodam III/Siliwangi yang bertanggung jawab menyelengggarakan kegiatan di bidang penyelenggaraan fungsi Polisi Militer dilingkungan wilayah Hukum Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon, (wilayah III Cirebon dan wilayah IV Purwakarta) dan membantu Pimpinan TNI AD dalam penegakan Hukum, disiplin dan tata tertib bagi kepentingan TNI Angkatan Darat. Detasemen Polisi Militer III/3 Cirebon yang bermarkas di Jalan dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Berdasarkan Kep Kasad nomor: kep/3/1/2007 tanggal 23 Januari 2007 tentang Organisasi Polisi Militer Kodam ( Pomdam ) Denpom III/3 Cirebon merupakan Denpom tipe C karena tidak berada satu Kota dengan Pomdam dan di jabat oleh seorang Pamen TNI AD berpangkat Letkol Cpm, yang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Danpomdam.

Secara Taktis Operasional kepada Danrem 063/Sgj Cirebon, sementara secara teknis Operasional Kepolisian Militer Organik dan Administrasi kepada Danpomdam III/Siliwangi.

Dalam sejarahnya Denpom III/3 Cirebon telah dipimpin 23 Komandan, yang juga berpangkat Letkol.Cpm, sejak tgl. Dandenpomnya dijabat oleh Letkol Cpm Dwi Anto Saputra, S.H. Yang juga hadir saat acara Haul ke-21 alm.KH.AM.Fuad Hasyim (29/11), sederhana dan elegan.

Bagi kami selaku relawan, Islam dan fungsi Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak terpisah, sebab didalam personilnya dominan muslim, juga di Organisasi Polisi Militer Kodam ( Pomdam ) Denpom III/3 Cirebon, yang melaksanakan tugasnya berdasarkan hukum dan konstitusi negara, seperti menjaga kedaulatan dan melindungi bangsa. Sejarah menunjukkan adanya sinergi antara TNI dan masyarakat muslim dalam menjaga keutuhan negara, terukir dalam tinta emas termasuk di dalam perang Surabaya tgl.10 November 1945 dimana erat kaitannya dengan KH Abbas Abdul Jamil (Kyai Abbas Buntet), Eyang dari Gus Faris – Pimpinan Nadwatul Ummah Buntet yang mempunyai kesamaan gerak yaitu menciptakan Indonesia yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (negeri yang baik dan subur karena ketakwaan kepada Allah). Allahu Akbar.
‘GoodLuck, komandan!
(Red-01/Feb/Par/Sinyo-Foto.ist)
