Koranprabowo.id, Daerah :

Bantuan traktor yang seharusnya meringankan beban petani justru berubah jadi mesin pemeras uang. Menteri Pertanian RI – Amran Sulaiman mengungkap praktik pungli brutal salah satunya dilakukan ‘ordal’, seorang staf Kementan yang nekat mengaku sebagai Dirjen demi memalak petani. Modusnya licin turun ke lapangan membawa nama pejabat, lalu meminta bayaran Rp.50–100 juta per unit traktor. Bahkan ada lokasi yang dipalak hingga Rp600 juta. Dari laporan masyarakat, sedikitnya 99 titik di berbagai daerah menjadi korban. “Ini tidak manusiawi. Bantuan pemerintah itu gratis. Petani sudah cukup susah, jangan
diperas lagi,”
tegas Amran yang langsung memecat oknum tersebut.

Sang pelaku, yang masih muda, akhirnya mengaku setelah diinterogasi. “Baru saya tanya sudah menangis.
Katanya khilaf. Tapi masa khilafnya berkali-kali ambil uang?”
sentil Amran. Kementan menyerahkan seluruh berkas pungli kepada aparat penegak hukum. Tidak hanya oknum internal, para “pemain luar” yang ikut memalak juga akan diburu. Ledakan laporan ke kanal Lapor Pak Amran menunjukkan betapa dalam masalah ini—lebih dari 2.800 laporan masuk, termasuk 504 kasus yang sudah ditindak, dari pungli alsintanhingga distributor pupuk nakal. Pesan Amran satu: Semua bantuan pemerintah itu gratis. Jika ada yang meminta uang, laporkan. Jangan biarkan petani terus jadi sapi perahan.
( Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?