Koranprabowo.id, Politik :
Sudah kita duga kasus nyanyian Kemenhan – Sjafrie syamsudin tidak akan segera hilang dari kegaduhan di masyarakat , bahkan kemudian bermunculan ‘klarifikasi’ , check it dot.
Rabu, (26/11) lalu Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) – Irjen.Pol. Suntana membantah jika Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) atau IMIP Private Airport diduga ilegal sebagaimana tudingan Sjafrie, “Mereka sudah punya ijin dan terdaftar sebagai bandara khusus di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Enggak mungkin bandara enggak terdaftar. Jadi itu sudah ada perizinan dari negara dan memang ada cara mengontrol dari itu sudah ada. Pengelolaannya diatur UU No 1/2009 tentang Penerbangan” kata Suntana mantan Kabaintelkam Polri thn.2023-2024.

Sebelumnya, Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) atau IMIP Private Airport ‘disebut’ Sjafrie illegal.
Tidak puas dengan tanggapan Wamenhub Sutana, Rabu (26/11) lalu ‘ujug-ujug’ Wakil Menteri Haji – Dahnil A Simanjuntak pun bernyanyi dengan mengatakan βBayangkan, bisa ada bandara beroperasi, yang tidak bisa perangkat negara terlibat dan ada di dalamnya. Tidak ada Bea Cukai, tidak ada Imigrasi. Bandara itu adalah Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), dengan kode ICAO WAMP dan IATA,β kata Dahnil.

Relawan pasti ingat sekitar tahun 2017 lalu, Dahnil yang sebelumnya adalah Ketum Pemuda Muhammadyah ini sempat dipanggil hingga 3 x oleh Polda Metro Jaya terkait kasus kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia digelar dengan dana APBN Rp. 1,7 – 5,5 miliar, Candi Prambanan, Jawa Tengah, tgl. 16 – 17 Desember 2017.Yang sampai sekarang tidak kita ketahui kelanjutannya.
(Foto.ist)
