Koranprabowo.id, Internasional :
Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Bawa Dakwah Intelektual ke Pattani: Sastra Arab, Sejarah, dan Identitas Melayu dalam Khutbah Internasional
Di tengah denyut kehidupan masyarakat Melayu-Muslim Pattani, sebuah peristiwa bermakna tercatat sebagai langkah penting dalam perjalanan intelektual muda Nusantara. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan ilmu, kepedulian, dan inspirasi lintas batas. Pada kesempatan istimewa ini, M. Khazam Basyaiban, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ushuluddin dan Adab, tampil bukan sekadar sebagai peserta KKN, tetapi sebagai duta pengetahuan yang membawa semangat dakwah intelektual ke panggung internasional.

Program KKN ini merupakan manifestasi visi kampus dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas di bangku kuliah, tetapi juga tumbuh sebagai pemimpin masa depan yang mampu menebarkan manfaat bagi masyarakat global. Kehadiran mahasiswa Indonesia di Pattani – Thailand membuktikan bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis; ia menjadi jembatan budaya dan spiritual antara Indonesia dan komunitas Melayu di Thailand.
Dalam momentum yang penuh kehormatan, Khazam dipercaya untuk menjadi khatib sekaligus imam Shalat Jumat di salah satu masjid setempat merupakan sebuah amanah besar yang mencerminkan apresiasi masyarakat Pattani terhadap kapasitas keilmuan dan akhlak mahasiswa Indonesia. Khutbah yang ia sampaikan bukan sekadar pesan moral, tetapi sebuah dakwah berbasis intelektual yang memadukan kedalaman sejarah, keindahan sastra Arab, serta kebanggaan terhadap identitas Melayu.

Khazam mengajak jamaah menelusuri kembali jejak panjang peradaban Melayu-Islam, membaca ulang warisan para penghulu, ulama, dan tokoh besar yang pernah menghubungkan Pattani dan Nusantara. Ia menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar arsip masa lalu, melainkan cermin untuk mengenal diri, memperkuat jati diri bangsa, dan menjaga budaya dari gelombang perubahan zaman.
Tidak berhenti di sana, ia juga menekankan pentingnya toleransi lintas budaya—nilai yang sangat relevan bagi masyarakat Pattani sebagai ruang perjumpaan antara tradisi Melayu dan struktur sosial Thailand modern. Khutbah tersebut menjadi ruang dialog yang merayakan perbedaan, memperkokoh persaudaraan, dan menghidupkan kembali kesadaran akan identitas Melayu-Islam.

Fakultas Ushuluddin dan Adab menyampaikan kebanggaan yang mendalam atas kontribusi Khazam. Lebih dari itu, keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan dunia Melayu, karena pemuda Nusantara mampu berdiri tegak, menyampaikan dakwah yang cerdas, santun, dan mencerahkan di negeri seberang. Inilah wujud nyata bahwa pengabdian mahasiswa mampu menjadi diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarbangsa dan mengharumkan nama Indonesia.
Respon masyarakat Pattani pun sangat hangat. Para santri dan jamaah merasakan energi baru dalam khutbah yang disampaikan: lebih bernas, lebih historis, dan lebih dekat dengan akar budaya mereka sendiri. Kehadiran mahasiswa UIN Cirebon dipandang sebagai angin segar yang membawa semangat persaudaraan dan pengetahuan lintas negeri.
(Foto/ist)
