Koranprabowo.id, HotNews :
Seorang relawan di Aceh mengatakan kepada kami bahwa pasca bencana Sumatera 2025 lalu, TNI – AD hingga tulisan ini tayang telah merampungkan pembangunan 17 jembatan bailey sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur vital.
Saya tidak paham, apakah ini mengurangi target pembangunan jembatan tahun 2026 yang berjumlah sekitar 6.382 jembatan di seluruh daerah Indonesia atau tidak yang jelas pastinya berbeda karena jembatan – jembatan yang dibangun pasca bencana Sumatera 2025 itu adalah ‘dadakan’.

Beberapa detail terkait pembangunan jembatan tahun 2026:
Target Jumlah: 6.382 jembatan akan dibangun sepanjang tahun 2026. Waktu Pengerjaan: Sejak Januari , target 15 titik jembatan/bulan. Fokus Program: Pembangunan fisik jembatan untuk meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas wilayah. Anggaran Daerah (Contoh): Pada awal 2026, alokasi anggaran daerah tercatat sekitar Rp.80 miliar untuk infrastruktur, termasuk perbaikan jembatan patah. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi TNI Manunggal dalam pembangunan nasional.
Sebagai relawan pastinya kita mempunyai tanggung-jawab untuk ikut serta mendukung program tersebut diatas, apalagi anggarannya dari APBN yang juga ada andil masyarakat dan relawan dalam membayar aneka pajak.
Yang kami pahami dari beberapa sumber , sebagai langkah operasional, dibentuk 15 tim pelaksana tingkat Korem, masing-masing terdiri dari 20 personel yang melibatkan petugas, prajurit, dan masyarakat. Pada periode pertama, Januari hingga Februari 2026, ditargetkan pembangunan sepuluh titik jembatan/ bulan. Selanjutnya periode kedua Maret hingga Desember 2026 sebanyak lima belas titik per bulan.

Dijelaskan pula, selain pembangunan fisik, pelatihan kaderisasi juga dilakukan pada periode awal guna memperbanyak jumlah waktu pelaksana pada tahap berikutnya. Para Kepala Zeni Komando Daerah Militer (Kazidam) diinstruksikan membentuk dua personel teknis per waktu pelaksana untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Sejenak kembali ingatan sekitar thn.2011 lalu, diwilayah Gondangsari, Jatisrono, Kab. Wonogiri ada sebuah Jembatan berukuran 6×8 meter yang merupakan bagian dari route gerilya Jenderal Sudirman rubuh dan perlu diperbaiki , pihak pemerintah desa dan masyarakat beberapa kali meminta dukungan kecamatan dsb untuk memperbaiki dengan anggaran sekitar Rp. 100 juta dan membutuhkan lama. Apakah kemudian nama jembatan itu menjadi JEMBATAN JENDERAL SUDIRMAN?


Kemarin (24/1) saat kami ada di perbatasan Kab. Simalungun – Kab. Asahan tepatnya di sekitar desa Jawa Baru , Kec. Hutabayu raja, Kab. Simalungun ada harapan besar kami selaku relawan mengenai pembangunan Jembatan disana , luas 6 x 40 meter. Yang di edisi sebelumnya kami menamakan jembatan tersebut dengan JEMBATAN PRABOWO – GIBRAN.


‘Agh sudahlah.
(Red-01/Foto.ist)
