Koranprabowo.id, Daerah :

Dalam agama apapun, musibah dipahami sebagai segala sesuatu yang menimpa seseorang berupa kebaikan atau sebaliknya yang juga dianggap sebagai ujian atau teguran dari Tuhan. Seperti yang terjadi di acara peringatan HUT ke 80-RI di Balai Kota Surabaya (17/8) lalu dimana terjadi insiden bendera Merah Putih terbalik saat di bentangkan oelh Paskibra.

Apapun pastinya ini membuat schock para Paskibra yang bertugas, namun para anggota Paskibra tetap tenang dan kompak langsung sigap maju untuk mengubah bendera yang terbalik tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko /Cak YeBe kepada media mengatakan peristiwa itu murni ketidak-sengajaan dan meminta masyarakat tidak menyalahkan paskibra. Cak Ebe pun meminta Bakesbangpol Surabaya kedepan agar memperketat seleksi paskibra juga mengkritisi soal anggaran paskibra Surabaya yang dinilai besar

“Insiden salah bendera di kota Surabaya itu musibah , bukan sengaja. Namun soal anggaran ini menarik ,  saya tidak tahu berapa anggaran yang kota Surabaya. Namun untuk Paskibra nasional mereka dapat honor antara Rp. 3- 10 juta/orang, tingkat provinsi kabupaten dan kota sekitar Rp. 1,5 – 3 juta. Adapun anggaran Paskibra setiap daerah berbeda, di Kota Bitung – Sulawesi utara sekitar Rp.550 juta untuk 71 orang dan Kota Sukabumi – Jabar sekitar Rp. 600 juta. Yang menarik lagi Gub.Jabar – Bapa Aing memberikan bonus Rp.150 juta untuk Paskibra-nya. Jadi menurut saya insiden itu tidak ada hubungannya dengan anggaran Paskibra kota Surabaya”, jawab PimRed saat diminta tanggapan atas hal ini (18/7)

‘Iya sih.

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?