Koranprabowo.id, DesaKita :
“Salah satu penyebabnya karena banyak peserta jaminan ksehatan (BPJS PBI dan APBD) di Kab.Cirebon yang di tangguhkan/di nonaktifkan. Aksi demo Puskesos akan terus berlanjut hingga tujuan tercapai”, jawab saya saat ditanya PimRed melalui seluler (26/1) lalu

Kemudian, gencarnya permintaan masyarakat kab. Cirebon yang sangat membutuhkan jaminan kesehatan tsb. “Maka… Forum/petugas Puskesos – Pusat Kesejahteraan Sosial dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten se-kab.Cirebon. Meminta dan menuntut pemerintah kab.Cirebon & DPRD Cirebon agar segera menormalisasikan kebijakan Peserta jaminan kesehatan (PBI – Penerima Bantuan Iuran APBN & APBD) dan regulasi verval DTSEN – Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional yang simple dan mudah”, tambah saya
PimRed menambahkan bahwa hal lain yang tidak kalah penting adalah keterbatasan kuota BPJS PBI yang pendanaannya bersumber dari APBN. Yang berdampak banyak warga miskin tidak ter-cover dalam kuota tersebut. Maka anggaran PBI memang wajib dinaikan.

Diakhir pembicaraan, PimRed mengingatkan saya tentang perjuangan alm. Sunan Gunung Jati / Sayyid Al-Kamil atau Syarif Hidayatullah sejak kelahirannya tahun 1448 hingga wafat thn.1568 yang kini berbuah manis dalam hal apapun. “Wong kang sabar bakal mukti, wong kang kaburu nafsu bakal cilaka.” Orang yang sabar akan sukses, sedangkan orang yang tergesa-gesa akan celaka.
‘Selamat berjuang Puskesos, kami bersamamu !
BERSAMBUNG
(i’o/foto.ist)
