Koranprabowo.id, KepalaDaerah :
Kabupaten Langkat, Sumatera utara terdiri dari 23 kecamatan, 37 kelurahan, dan 240 desa. Infrastruktur jalan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memiliki kondisi yang beragam. Ada ayang rusak parah, sedang, dalam perbaikan dan dibiarkan.
“Dari total panjang jalan kabupaten, hanya 24,35% yang dalam kondisi baik, 26,82% dalam kondisi sedang, dan sisanya 693,95 km dalam kondisi rusak atau rusak berat, kalau ada waktu coba main kewilayah Tangkahan, obyek wisata sekitar Taman Nasional Gunung Leuser”, pinta PimRed pekan lalu.

Hari ini (21/6) melalui jalur darat dari Kec,Salapian saya pun meluncur menuju Kawasan wisata Tangkahan ekowisata yang terletak di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kawasan wisata ini memang berada di area Taman Nasional Gunung Leuser. Tepatnya, berada di antara Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang.
Perkiraan saya dalam jarak tempuh akan tercapai 1-2 jam, namun setibanya di kelurahan Sawit seberang saya harus waspada karena hampir lebih 5 kilometer jalannya rusak yang menurut warga disana sudah lebih dari 3 tahun tidak diperbaiki. Waktu tempuh pun menjadi 3-4 jam. Bagaimana jika saya sedang membawa ibu hamil atau orang sakit yang harus cepat dibawa ke rumah-sakit?, tidak terbayang juga bagaimana keadaannya saat malam hari apalagi hujan deras?
Jalan ini cukup strategis karena dilalui dari beberapa penjuru, dari Medan, Binjai hingga dari Aceh baik akan menuju Tangkahan atau wisata Bukit Lawang. Juga perbatasan dengan Kecamatan Bohorok menuju wisata Bukit Lawang.

Benar kata PimRed, jika jalan dan infrastrukturnya saja dibiarkan seperti itu bagaimana wisatawan atau pengunjung yang akan ke Tangkahan atau Bukit Lawang ‘betah’, bahkan mungkin mereka akan ‘kapok’ untuk kesana lagi.
Jalan menuju obyek wisata alam Tangkahan dan wisata Bukit Lawang bolehlah saya bilang memang parah, seolah dibiarkan. Juga kualitas dari jembatan desa yang ada disana, siapa yang jamin ‘baik-baik’ saja?
Saya simpulkan jarak dari Medan menuju Tangkahan sepanjang 90-an km ini bisa ditempuh 5-6 jam sebagaimana tahun 1980-an lalu. Benar benar mengecewakan. Bukankah pajak yang disetor masyarakat , salah satunya untuk mendapatkan pelayanan , jalan dan infrastruktur yang layak?

Maka dalam mensukseskan APBD Kab.Langkat thn.2025 sebesar Rp.2,1 triliun, siapa yang dapat menjamin jika kemudian gara-gara jalan rusak dibiarkan seperti saat ini pemasukan dari sektor pariwisata khususnya yang bersumber dari Tangkahan dan Bukit lawang bisa maksimal?
(Foto.ist)



https://www.instagram.com/koranprabowo.id_/profilecard/?igsh=MzB4N3g3NHJkOG15
GIBRAN – DEDI MULYADI2029: https://www.facebook.com/groups/1352370806000370
KORANPRABOWO FB : https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737




