Koranprabowo.id, Imajiner :

Malam ini, 21/6/2025 saya sudah berada di teras belakang Istana Cipanas, Jawa barat. Paduka Yang Mulia Presiden Ir.H. Sukarno masih dikamar sedang sholat isha, saya ditemani nona manis bernama Rabia, seorang Sersan Mayor dari TNI AD-nya Pakistan yang sedang berlibur ke Istana Cipanas sejak 3 hari lalu. Rabia berzodiak sama dengan saya, Virgo dan berusia 31 tahun, lagi mateng-matengnya kalau orang Betawi bilang. Hebat dia , bahasa Indonesianya fasih namun jangan lupa dia adalah penembak jitu laras pendek dikesatuannya juga jago beladiri, ‘Hmm, siapa takut.

Kata Paduka, Di zamannya mobil ini memiliki harga sekitar USD 1.000 sampai USD 2.000. Harga itu terbilang mahal kala itu karena produksinya terbatas yaitu sekitar 1.451 unit saja. Buick 8 juga dipakai oleh para bangsawan Eropa, termasuk Raja Inggris dan keluarganya .

Masa kemerdekaan , keuangan negara terbatas sehingga Paduka pun harus rela jalan kaki ke rumahnya. Tak bisa dibayangkan, orang nomor satu di Indonesia harus jalan kaki ke mana-mana. Merasa terenyuh melihat kenyataan ini para pengikut dan sahabat Bung Karno berusaha mencarikan mobil. Sudiro, ketua Barisan Banteng pejuang kemerdekaan, diberi tugas menjalankan misi tersebut.

Hampir beberapa hari, Sudiro mendengar ada sebuah mobil ‘nge-jogrok’ di kantor Departemen Perhubungan Masa Pendudukan Jepang (Sekarang kantor Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Jalan Merdeka Timur, Jakarta).

Sudiro dan beberapa temannya menemui pemiliknya yang warga Jepang, karena akan dipakai oleh Presiden si pemilik pun menyerahkannya.

Masalah lain muncul, karena ternyata Sudiro tidak bisa mengemudikan mobil. Walhasil, misi ini tertunda sejenak lantaran Sudiro harus mencari teman lain yang bisa menggunakannya hampir seharian mereka disana. Akhirnya mobil pun dapat dibawa dan ditaruh dirumah Sudiro untuk dibersihkan , dsb.

Setelah semua beres, barulah Sudiro dan teman-temannya menyerahkan mobil itu kepada Paduka, untuk dijadikan sebagai mobil kepresidenan. Buick ini digunakan sebagai kendaraan dinas Presiden RI pertama, utamanya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara 1945-1949.

Masalah kedua muncul lagi, yaitu nopol mobil tidak ada. Maka Paduka pun meminta Sudiro untuk membuat sendiri nopol-nya itu dengan nomor ‘REP-1’, mereka pun mencari plat bekas dan cat hitam putih seadanya, dan …taraaaa….. nopol pun jadi. Mereka pun tertawa.

Paduka menghentikan percakapan, suasana jadi hening. Entah apa yang ada dipikirannya. Dari jauh tampak Rabia tertawa dengan pakaian yang baru gantinya.

‘hmmm, makin cantik aja jika pakai kerudung, guman saya dalam hati.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

https://www.instagram.com/koranprabowo.id_/profilecard/?igsh=MzB4N3g3NHJkOG15

@koranjokowi.com

@koranjokowi

GIBRAN – DEDI MULYADI2029: https://www.facebook.com/groups/1352370806000370

HOME

@.koranprabowo.id

@koranprabowo.id

KORANPRABOWO FB : https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?