Koranprabowo,id, Istana :
Perusahaan Umum BULOG (Perum BULOG) adalah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri pada tanggal 21 Januari 2003, yang bertanggung-jawab atas penyaluran bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), penyerapan gabah/beras dalam upaya swasembada pangan.
Selain karena semangat swasembada/ketahanan pangan dan menghindari impor thn.2025-2029 maka terbitlah Inpres No. 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dimana semua pihak mampu mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani, serta mengamankan cadangan beras pemerintah di daerah masing-masing, Inpres ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pengadaan gabah dan beras dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Dalam era Ketahanan/swasembada thn.2024-2029 , Jagung juga merupakan salah satu komodittas pendukung hal diatas, maka semua pihak meminta agar BULOG mampu menyerap dan mendistribusikan Jagung dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan jagung nasional. Target BULOG ditahun 2025 dari pemerintah adalah 1 juta ton jagung atau sekitar 83.333 ton/bulan dari seluruh Indonesia dari total produksi jagung nasional 18 juta ton/tahun.
Hal ini ditegaskan oleh Menko bd.Pangan – Zulkifli Hasan (Zulhas) usai bertemu Presiden Prabowo (27/4), “Tugas kepada Bulog adalah untuk membeli jagung maksimal 1 juta (ton), Bulog juga diminta untuk membeli jagung dari petani dengan harga Rp 5.500/kg”
Dan mengingat ini akan masuk semester I/Thn.2025, BULOG diseluruh Indonesia pun harus ‘gercep, sehingga target 3 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp. 5.500 /kg dapat tercapai maksimal. Termasuk di Kabupaten Dompu, NTB.
Teman teman Relawan dimana saja berada,
yang harus dijaga bersama adalah panen Jagung di pulau Jawa dan Sumatera Utara pun akan melebihi target karena mereka telah mencapai lebih dari 47% target nasional. Bagaimana di prov.NTB?, juga di kab. Dompu?, dan Bulog prov & kab. Dompu?

“Jika itu bicara tentang Padi, bagaimana dengan Jagung?, masih perlu upaya keras dari pemerintah, Bulog dan instansi terkait mengenai harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) di NTB atau kab. Dompu,minimal patokannya adalah versi Bapanas (Badan Pangan Nasional) yang menyebutkan harga idealnya GKP dari petani Rp.6.500/kg dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%, sedangkan harga GKP di penggilingan Rp.6.700/kg. GKG di penggilingan Rp.8.000/kg dengan kadar air maksimal 14% dan kadar hampa maksimal 3%, adapun GKG di gudang Bulog Rp.8.200/kg”, jawab PimRed saat ditanya hal ini melalui seluler (5/5) lalu.
Hal lain, nanti tidak ada alasan lagi jika harga padi atau jagung anjlok karena Bulog kekurangan gudang. Karena kerap terjadi dibeberapa daerah, khususnya untuk Jagung dimana harga bisa sekitar Rp.4.500 – 5.500/kg membeli sesuai harga pembelian pemerintah (HPP)
(Foto.ist)



GIBRAN – DEDI MULYADI2029: https://www.facebook.com/groups/1352370806000370
KORANPRABOWO FB : https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737



