Koranprabowo.id, Unik :
Dengan ditangkapnya seekor macan tutul di sebuah hotel kawasan Lembang, Kab. Bandung Barat (6/10) , tetap muncul pertanyaan dimasyarakat apakah memang macan ini yang kabur dari Lembang Zoo (28/8) apa bukan?
Satwa dengan nama latin Panthera Pardus itu ditemukan pada Senin (6/10/2025) pagi. Petugas gabungan dari Pemadam Kebakaran Kota Bandung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Lembang Park and Zoo dikerahkan untuk mengevakuasi macan tutul yang juga ada di hutan hujan, padang rumput, pegunungan, dan gurun Afrika dan Asia. Di Jawa barat mereka ada di hutan tropis, pegunungan, dan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Gunung Ciremai di Jawa Barat.

Macan tutul yang tertangkap itu kemudian dibawa ke Pusat Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Sukabumi. Awalnya macan ini milik Balai Desa Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang dititipkan di kandang karantina milik Lembang Park and Zoo dan kabur pada 28 Agustus 2025. Macan itu menghilang dikawasan hutan Gunung Tangkuban Perahu.

Teman-teman, Orang Sunda meyakini bahwa Raja Pajajaran tahun 1482 M – 1521 M (Prabu Siliwangi) yang ‘ngahyang/menghilang/moksa berubah wujud sebagai Maung/Harimau yang juga mempunyai bala tentara Maung berbagai jenis; Putih, belang, hitam dan tutul. Yang melambangkan wibawa, keberanian, dan kepemimpinan sejati, simbol kekuatan, pelindung dan kehormatan tinggi. Agh sudahlah.

Masyarakat sekitar Gn.Perahu beberapa kali melihat masih ada hewan liar disana; Macan dahan, Meong Congkok, termasuk macan tutul ada disana, bahkan BBKSDA Jabar, mengakui bahwa memang ada sekitar 9 macan tutul disana karena itu memang salah satu habitat asli macan tutul.

Macan dahan (Neofelis diardi borneensis)

Meong Congkok (Felis bengalensis)
“Perlu diketahui bahwa kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli macan tutul. Berdasarkan penelitian, di kawasan itu sudah ada sembilan ekor yang tertangkap kamera,” kata BBKSDA Jabar (8/9/2025) lalu.

Kalau pun macan tutul yang check in di hotel itu bukan macan Lembang Zoo, setidaknya kita memahami kembali jika dikawasan Kab. Bandung Barat masih ada hewan liar seperti macan tutul ini, pastinya disana pun ada komunitasnya yang selama ini ‘tidak-terpantau’ . Jika mereka turun keruang publik, itu tanda karena lahan mereka terganggu oleh liarnya pembangunan properti , obyek wisata, kuliner dsb. “Ini teguran dari Tuhan!”
[Bupati Bandung Barat, Jeje Ismail mana?, tidur ?]
(Red-01/foto.ist)
