Koranprabowo.id, Politik :
Paulus Julius Yunarto Wijaya, S.I.P., M.M. (Toto) adalah Direktur Eksekutif sebuah lembaga survey & konsultan politik bernama ‘Charta Politika Indonesia’, Toto yang kelahiran Jakarta, 27 Juni 1981 ini mulanya ditunjuk sebagai analis poltik oleh bossnya, menanjak menjadi menjadi Direktur Riset dan akhirnya menjadi Direktur Eksekutif . Berkat pekerjaannya itu pula wajah Toto kerap muncul di layar kaca, ‘apalagi’ ketika musim pemilihan umum atau pemilihan presiden.
Untuk kita yang tinggal didesa pastinya tidak ‘mengenal dekat’ Toto, dan itu hak kita. Namun, ada beberapa catatan tentang dia yang kita simpan baik dalam ingatan kita selaku relawan.

1.Tahun 2022 lalu menjelang Pilpres 2024, Toto mengeluarkan rilis selaku Direktur Charta Politika, lembaga survey, yang mengatakan jika pemilih PDIP, Golkar, dan PPP dominan mendukung Ganjar Pranowo sebagai Presiden. Karena Ganjar berada di angka 42,8%, Anies Baswedan 28,1% dan Prabowo – 23,9%. Namun kita tahu Prabowo-Gibran yang menang dengan 58% .
2.Juni 2025, usai Presiden Prabowo bertemu Megawati. Toto mengatakan jika Prabowo saat itu ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah Presiden RI yang ‘tidak bisa dipengaruhi’ siapapun, termasuk oleh Presiden ke-7 RI Jokowi. Atas hal ini juga Toto ‘berpesan’ agar Parpol koalisi mesti berhati-hati agar tidak dekat dan merapatkan diri ke Solo.

3.Oktober 2025, setelah marak media memberitakan pertemuan Presiden Prabowo – Jokowi di Kertanegara, Jakarta kemarin (4/10) , dikatakan Toto pertemuan itu ‘tidak baik’ untuk demokrasi. Pertemuan itu masih kata Toto, lebih kearah laporan Jokowi terkait bergabungnya 2 tokoh Nasdem ke PSI dan dinilai Toto pertemuan ini ‘membahayakan’ demokrasi di Indonesia. Ahahah, Toto mencoba ‘lebih tahu’ dari Tuhan, Presiden Prabowo dan Jokowi.
‘Paham ya?, eheheh.
(Red-01/Foto.ist)
