Koranprabowo.id, Parekraf :

Kawah Rengganis berada di Jalan Raya Rancabali, Cibuni, Desa Patenggang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ini katagori Kawah aktif dengan asap belerang yang juga bisa mematikan kalau pun terdapat mata air panas sulfur. Areanya luas hingga lebih dari 112.000 hektar dengan ketinggian diatas 1600 mdpl.

Bukan hanya menawarkan pemandangan dan wisata alam yang eksotik, disana juga dibumbui dengan ceritera mistis. Salah satunya mengenai ‘Abah Jaka Lalana dan Batu Rahim Ibu’. Beredar ceritera jika dahulu ada Karuhun ( leluhur ) Sunda yang menguji kesaktiannya ‘melemahkan’ kawah untuk keamanan warga, pria sakti itu bernama Abah Jaka Lalana.

Saya mencoba cross-check ke PimRed yang juga warga sekitar sana, “Bukan itu saja, dalam bisik-bisik tetangga, digambarkan sosok Abah tinggi besar setinggi pohon kelapa. Dibeberapa waktu kerap ‘berkeliling’ bersama kuda hitamnya. Maka wajar jika ada warga yang dalam malam tertentu mendengar derap kaki kuda. Sebagian mengatakan jika Abah adalah sebangsa jin yang bersahabat dengan manusia dan alam sekitar.Kita percayaii itu sebagai budaya, jangan berlebihan”, kata PimRed yang beberapa kali kesana juga

Abah demikian misteri diantara pegunungan terjal dan kabut putih dia demikian tersembunyi dari keramaian, berbeda dari kawah putih, Sipatenggang dsb. Masyarakat meyakini jika Abah tetap menjaga kawasan itu apalagi kawah mengandung racun. Wajar jika untuk memanjakannya banyak masyarakat yang melakukan ritual spiritual tertentu, seperti bertapa, ziarah meski ada juga yang sekedar melihat-lihat.

Kita akan melihat disana banyak sisa-sisa bunga warna warni yang ditaruh di dekat beberapa batu dan wangi-wangian yang berasal dari minyak wangi yang sangat menyegat baunya. Belum lagi suara burung dari dalam hutan yang terdengar menyeramkan dan sebuah makam yang tidak ada namanya. bikin merinding.

Selain mitos Abah ada juga Batu Rahim Ibu, sebuah batu yang diatasnya bergambar rahim seorang wanita, yang menyiratkan cerita bagaimana perjuangan seorang wanita saat melahirkan. Ada juga Situs Bubur Lemu, berupa dua genangan lumpur berwarna merah dan putih, yang menyiratkan kelahiran seorang bayi yang biasanya ‘dirayakan’ dengan bubur merah putih.

Dan banyak lagi situs-situs dengan masing-masing kisahnya.Secara umum, warga tidak bisa bercerita banyak tentang masa lalu desa Kawah Cibuni. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga pendatang dari daerah sekitarnya.

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?