Koranprabowo.id, Profile :

KH FARIS FUAD HASYIM (GUS FARIS)

(DEWAN PAKAR KOMUNIKASI , INVESTASI DAN 4 PILAR DEMOKRASI KORANPRABOWO.ID)

Peran komunikasi dalam mendukung program pemerintah adalah menyampaikan informasi, membangun partisipasi masyarakat, membentuk citra positip pemerintah dan meminimalisir terjadinya mis-komunikasi. Banyak cara dapat dilakukan untuk hal ini, baik oleh pemerintah, dsb – sejak melalui media (cetak, elektronik, digital) , forum diskusi, seminar, kesenian, olahraga bahkan pengajian atau majelis taklim. Termasuk kordinasi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak; Pers, Relawan, LSM, dsb. Demikian diskusi awal (25/10) dengan KH Faris Fuad Hasyim (Gus Faris) , cucu KH Abbas Abdul Jamil (Kyai Abbas Buntet /Macan Cirebon – Panglima Perang 10 November 1945) ) dan putra KH. Prof Dr MA Fuad Hasyim (Gus Hasyim, pendiri sekaligus pengasuh pertama PP. Nadwatul Ummah, Buntet, Kab. Cirebon).

Presiden Prabowo bulan April 2025 pasca mendapat kritikan banyaknya menteri yang membuat gaduh masyarakat, beliau mengakui dan meminta maaf sekaligus mengatakan di acara Sarasehan Ekonomi Jakarta Selatan jika komunikasi pemerintah kepada masyarakat kurang.“Saya menyadari bahwa komunikasi dari pemerintah yang saya pimpin memang agak kurang, dan itu adalah tanggung jawab saya,” kata Presiden Prabowo kepada media

Di sidang Umum PBB (23/9), Presiden Prabowo harus bicara tentang bagaimana penyelesaian konflik Israel – Palestina, ini bukan perkara mudah. Konsep dan strategi komunikasi harus dipikirkan dengan matang, dan .. Alhamdulillahirabil’alamiin… berhasil, karena terjadi gencatan senjata.

Gaya komunikasi Prabowo thn.2014-2019 yang ‘menggebu-gebu bahkan gebrak meja’ akhirnya dapat ditinggalkan di pemerintahannya saat ini. Salah satu buktinya adalah mendapatkan nilai 81,5% dari masyarakat atas kinerjanya selama ini bersama Mas Wapres – Gibran Rakabuming raka.

Selain karena pola komunikasi yang berubah, hal lain kepemimpinan yang tegas dan berwibawa (18,8%); kedua, bantuan pemerintah tepat sasaran (12,3%); ketiga, program Makan Bergizi Gratis/MBG (10,4%); keempat pencegahan/pemberantasan korupsi (8,1%); kelima, kinerja yang terbukti (6,2%).

Wajar jika banyak orang menyebut gaya komunikasi Prabowo adalah padu-padanan dari Ir.H. Sukarno dan Ir.H.Joko Widodo. Sederhana, tegas dan tepat sasaran.

Firman Allah SWT, seperti termaktub dalam Al-Quran, Surat Al-Anbiya’ (surat ke 21), ayat
107, berfirman yang artinya, “Tidak Kami (Allah) utus engkau ya Muhammad, kecuali hanya untuk membawa atau sebagai rahmat bagi alam semesta”. Nabi Muhammad SAW., diangkat sebagai Rasullloh, utusan Allah, untuk membawa rahmat, kemashlahatan bagi alam semesta, khususnya umat manusia. Dalam ilmu komunikasi disebut dengan komunikasi verbal maupun non-verbal, dan ini semua dilakukan Rasululloh SAW dengan sangat baik.

Beliau komunikator yang baik dalam menjalankan misi dan kegiatan dakwah, baik melalui ucapan, komunikasi verbal (lisan), maupun dalam bentuk perbuatan langsung.

Masih kata Gus Faris. Pasca dilantik Oktober 2024 lalu, Presiden Prabowo banyak melakukan lawatan ke luar negeri, selain menawarkan potensi investasi pastinya diperlukan gaya komunikasi yang baik dan Prabowo mampu melakukan itu. Kucuran investasi pun hingga semester I/2025 mencapai lebih dari Rp.942,9 triliun, atau 49,6% dari target investasi Rp.1.905,6 triliun di thn.2025 ini. Hasil ini telah mampu menyerap 594.104 tenaga kerja.

Gus Faris mengatakan capaian tersebut adalah ‘kerja jamaah’, masyarakat dan pemerintah, termasuk didalamnya peran ulama dan tokoh agama. Bagaimana investor tertarik jika keamanan dan kenyamanan satu negara tidak terjaga, “Kemarin negara sempat gaduh karena aksi demo sepanjang bulan Agustus 2025, namun bukan hanya polisi dan TNI saja yang berperan untuk meminimalisasi aksi yang mulai melakukan penjarahan. Ulama dan tokoh agama pun turun tangan, dan alhamdulillah kembali sejuk. Investor pun menjadi nyaman hingga mencapai lebih dari 49,6% realisasi investasinya. Kami yang bergelut dalam pindok-pondok pesantren pun ikut andil atas ini”, kata Gus Faris – Pengasuh PP. Nadwatul Ummah, Buntet, Kab. Cirebon.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?