Koranprabowo.id, Unik :


Agak bingung juga saya saat ditanya PimRed bagaimana perkembangan keracunan MBG – Makan Bergizi Nasional di Kabupaten Bandung Barat (KBB), karena yang saya tahu sampai tulisan ini tayang telah mencapai lebih dari 1700 orang.

Namun saat ditanya berapa jumlah koperasi desa Merah Putih di KBB yang telah berbadan hukum, saya bisa menjawab lancar. “Alhamdulillah sudah 165 unit yang dicanangkan saat HUT KBB Ke-18 Juni 2025 lalu”

Kemudian pembicaraan melebar kemana-mana termasuk tentang UNIT 731 milik Jepang tahun 1937 lalu.

Kata PimRed, sejak tahun 1930 militer Jepang memang sadis sebagaimana Nazi Jerman dijamannya. Dimana Jepang juga berperan dalam uji coba medis manusia dalam sebuah proyek rahasia yang disebut Unit 731 yang berlokasi di Harbin, Tiongkok. Awalnya dikenal sebagai pusat penelitian yang akan bermanfaat bagi tentara Jepang, Namun, seiring meningkatnya perang, mereka mengubah metode mereka.

Para ilmuwan di Unit 731 juga melakukan eksperimen pada subjek uji mereka melalui kehamilan dan pemerkosaan. Narapidana pria yang terinfeksi sifilis akan diminta untuk memperkosa narapidana wanita serta narapidana pria untuk melihat bagaimana sifilis menyebar di dalam tubuh. Para perempuan dihamili secara paksa dan kemudian eksperimen dilakukan pada mereka untuk melihat bagaimana hal itu memengaruhi ibu serta janin. Terkadang, sang ibu akan dibedah untuk melihat bagaimana janinnya berkembang. 

“Setelah Jepang secara resmi menyerah pada bulan Agustus 1945, Unit 731 secara resmi dihentikan, namun mereka tidak mengakui semua itu sebagai kekejaman sehingga pemerintah Tiongkok ditahun 1982, merubah tempat itu menjadi museum. Dan saya tidak tahu apakah ada permintaan maaf Jepang atas hal ini”, tutup PimRed.

Nah mending informasi seperti ini, enak dibaca, dibanding menghitung berapa jumlah korban keracunan MBG. Nuhun Kang PimRed, ehehe.

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?