Koranjokowi.id, Parekraf :

Jika ke Kab. Rejang lebong, Prov.Bengkulu lokasi ini ada di jalan Sukawati, Rumdin Bupati dimana kita akan menemukan apa yang dikenal salah satu warisan budaya bernama Uemak Adat Jang . “Umeak” berarti rumah, dan “Jang” maksudnya Rejang. Jadi, Umeak Adat Jang = rumah buatan rejang. Rumah ini juga biasa disebut Umeak-An, rumah yang kuno/lama. Menurut orang tua yang masih ingat detail rumah asli ini, rumah yang masih ada sekarang sudah dipengaruhi oleh potongan Meranjat (suku bangsa yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan). Perbedaan rumah asli dan yang dipengaruhi Meranjat terletak pada bubungan.

Melestarikan Umeak Potong Jang dalam meningkatkan nilai kebudayaan lokal masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, banyak caranya, seperti yang kami lakukan di Koranprabowo.id ini, dengan menayangkannya disini itupun bagian dari itu. Kita memang bukan ahli bagaimana mendeskripsikan ciri utama bagian-bagian struktur rumah adat Rejang Lebong, bentuk ragam hias rumah adat Rejang Lebong yang terbagi menjadi dua bagian yang pertama ragam hias flora dan kedua ragam hias fauna. Bukan, itu bukan hak dan kewajiban kami karena ada pihak yang lebih kompeten soal itu.

Biarlah Koranprabowo.id Prov.Bengkulu hanya bagian kecil dari hal ini saja, tak apa.

Teman teman ,

Suku Rejang adalah kelompok etnis yang berasal dari Tanah Rejang di wilayah barat daya Sumatra. Suku Rejang diakui sebagai salah satu penduduk asli Bengkulu dan dianggap sebagai penghuni pertama atau suku tertua yang diakui beberapa sumber sebagai Ras-Austronesia antara abad ke-2 Masehi, moyang Rejang melintasi lautan dan menepi di pesisir barat Sumatra, sempat singgah di berdiam di lembah-lembah Bukit Barisan juga hilir Sungai Ketahun dan sampai ke wilayah Lebong, yang kala itu dinamai Renah Sekalawi.

Mereka hidup nyaman dan aman, mulai mengenal pertanian atau perladangan, namun sejak datangnya Thomas Stamford Raffles – Gubernur Jenderal Bengkulu tahun 1818, kekacauan terjadi karena ada ‘pemaksaan keyakinan’ maka seluruh warga Bengkulu termasuk suku Rejang pun melawan hingga kemudian mereka meninggalkan Bengkulu thn.1942.

‘Oke ya teman teman, kami tunggu disini.

(ArieK-JokoW/foto.ist)

https://koranprabowo.id

HOME

https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737

@koranjokowi.com

@koranjokowi

@.koranprabowo.id

@koranprabowo.id

https://koranprabowo.id
Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?