Koranprabowo.id, Profile :

Waktu lalu kita sudah berkenalan dengan Zalfa Zaizafun, kali ini redaksi merasa penting untuk memperkenalkan seorang santri dari Pesantren Nadwatul Ummah – Buntet Pesantren, Kab. Cirebon lainnya yang juga mempunyai prestasi namanya Moh. Salman Alfarisi, kelahiran Kab. Indramayu, 20 Mei 2008, mulai nyantri : 28 Februari 2022 , juara ke-3 Olimpiade Astronomi tingkat Internasional thn.2025. “Ya, lomba tersebut termasuk kejuaraan sains nasional, yang bernama Fesanas (festival sains nasional),jika ada beasiswa bd.astronomi SLTA,tertarik tetapi akan mempertimbangkan apa saja yang ditanggung beasiswa, untuk kelanjutan dipesantren tetap lanjut di mondok dan belajar agama sampai tuntas”, demikian keterangan tambahan melalui seluler milik Santri senior – M. Risyad Faqih (21/4) yang selama ini kerap membantu redaksi.

Secara hati-hati Salman saat ditemui redaksi (2/4) diruang Podcast Nadwatul Ummah lalu mengatakan bahwa dalam agama Islam ilmu Astronomi dikenal dengan ‘Ilmu Falaq – Falaqyah’. Salah satu disiplin ilmu yang mempelajari pergerakan benda langit untuk segala kebutuhan termasuk ibadah ; waktu sholat, arah kiblat dan awal bulan Qamariah (Ramadhan / Hari Raya).

“Sejak kecil saya senang mengamati kehidupan malam alam semesta, kemudian mulai belajar tentang ilmu Falaq dari berbagai sumber salah satunya selain kepada Kiai Faris juga melalui internet dsb. Insyallah saya akan terus belajar tentang Ilmu Falaq sebagaimana arahan Kiai Faris yang selalu mendukung”, kata Salman

Masih kata Salman, dia mulai memahami jika Ilmu falak atau ilmu Hisab ini tidak hanya menghitung posisi bulan (hisab), tetapi juga memprediksi visibilitas hilal (kemungkinan terlihatnya) untuk menentukan kapan tepatnya hilal dapat diamati.

Ilmu falak merupakan ilmu yang mempelajari lintasan benda langit seperti matahari, bulan dan bumi untuk mengetahui kedudukan satu benda langit dengan benda langit lainnya. Falak dalam Al-Qur’an berarti garis/bidang edar (lingkaran) benda langit. Secara etimologi dalam bahasa arab identik dengan kata “madar” yang artinya poros, orbit, tempat berkisar atau tempat beredar benda-benda langit.

Oh ya, Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan diperkirakan kehidupan muncul di permukaan sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu, luas bumi sekitar 12.742 Km, bandingkan dengan planet Jupiter dengan luas lebih dari 142. 984 Km makanya disebut “Raja Planet’. Mau tahu berapa jarak Bumi – Jupiter?, 778 juta Km. Bayangkan jika mereka ‘silahturahmi’, selesai kita semua.

Catatan Redaksi untuk Salman dan teman teman lainnya,

Dunia telah lama mengakui kiprah astronom Indonesia, bahkan 4 nama warganegara Indonesia yang kesemuanya adalah astronom, diabadikan menjadi nama asteroid (benda kecil antara Mars – Jupiter) jenis Trojan. Keempat astronom yang semuanya, merupakan mantan Kepala Observatorium Bosscha – Bandung ini mendapat penghargaan berupa pengabadian nama dari International Astronomical Union (IAU). Mereka adalah :

1.Bambang Hidayat dengan nama asteroid Hidayat,

2.Moedji Raharto dengan nama asteroid Raharto,

3.Dhani Herdiwijaya dengan nama asteroid Dhani, dan

4.Taufiq Hidayat dengan nama asteroid Taufiq.

Sebelum menggunakan nama keempat astronom Indonesia, asteroid jenis Trojan yang ditemukan pada 16 Oktober 1977 tersebut hanya dinamai dengan nomor saja, yakni dari urutan 12176 hingga 12179.

“Tadi kita ngobrol dengan Shidiq juara Murottal Alquran, kamu juara lomba Astronomi, pasti asik kalau duet dan disosmedkan, tiktok atau youtube yang satu ngaji , yang satu ceritera tentang astronomi. Mungkin nggak kaya gitu, Salman?”, tanya saya saat itu. “Ya bisa aja sih kalau mau nyoba mah”, jawab Salman , Shidiq tersenyum. Juga Kiai Faris dan H. Udin Saefudin yang ada disana saat itu.

‘Aamiin YRA.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?