Koranprabowo.id, HotNews :

Persoalan hukum pribadi karyawan perusahaan, yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan
perusahaan tidak termasuk dalam lingkup pelayanan “Retainer Client”, tetapi akan ditangani dengan cara/metode tersendiri. “Kami mengambil garis kejujuran moral untuk membantu “Klien” kami mendapatkan keadilan. Kepercayaan “Klien”, kami bayar dengan hati (client trust, paid with hearts)”

Seperti itulah yang kerap disampaikan senior kami , abang kami. Jahmada Girsang, S.H., M.H., CLA., C.Med sejak Pilpres 2019 lalu , baik saat bertemu di kantornya maupun diruang publik. Bang Jagir, panggilan akrab kami , bukan sosok pria cengeng dalam profesinya. Bahkan kerap melawan arus demi kebenaran yang diyakininya. Beliau kerap juga mengingatkan kami selaku relawan agar bertindak, bersikap dan berprilaku tertib hukum.

Kesadaran hukum menciptakan ketertiban, keadilan, dan kedamaian sosial. Masyarakat yang sadar hukum akan lebih memahami kapan mereka harus berani bersikap.Lembaga seperti Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan Mahkamah Agung bertugas menjamin penegakan hukum yang adil dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Seperti itu Bang Jagir mengingatkan.

Kami memahami gelombang dan badai besar menimpa bang Jagir seolah tiada henti, dalam kejap mata menjelang tidur maupun saat merapatkan tangannya berdoa kepada Tuhan. Pilihan menjadi kuasa hukum dari Rismon H. Sianipar bagi orang lain adalah ‘tidak-populer, namun dia terus mengayuh sampan hukumnya untuk menuju pulau yang dikejarnya. Dan kami bangga menjadi bagian terkecil yang mendukungnya. Sampai kemudian publik tercengang saat bang Jagir menemani klien-nya (Rismon H. Sianipar) bertemu mantan presiden ke-7, Ir.H. Joko Widodo di Solo dan Wapres RI – Gibran Rakabuming raka di kantornya, Jakarta waktu lalu. Bumi seolah berhenti berputar, menikmati kesejukan politik nasional yang selama ini gaduh dan menyakiti hati. Bagi kami, bang Jagir telah sampai disalah satu pulau yang dikejarnya.

Teman teman relawan dimana saja berada,

Saat ini bang Jagir tengah ‘istirahat’ menutup komunikasi sementara dari keriuhan politik yang kadang merasa lebih pintar darinya, dan bagi kami ini adalah pilihan cerdas. Karena kami yakin pada waktunya beliau akan menerima kami seperti biasa, serupa abang -adik, ngopi pahit dengan cemilan kue basah kampung, bercengkrama tiada batas. “Dang boe mambahen jolma sonang, unang susahi rohana, jika tidak bisa membuat orang bahagia, paling tidak jangan sakiti hatinya“. Itu pesan abang yang tak mungkin kami lupakan. Sehat selalu abangda, Gbu. Aamiin YRA.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?