Koranprabowo.id, Politik :

By, Peter F. Gontha

Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda bencana besar. Korban jiwa jatuh, rumah hancur, alam rusak. Tapi negara memilih diam: tidak ada status bencana nasional.

Pertanyaannya sederhana: takut apa?

Dan dari situ, pertanyaan berikutnya muncul:
Apakah ini murni bencana alam?
Atau hasil dari izin-izin yang salah, hutan yang ditebang, gunung yang dikeruk, sungai yang dihancurkan—selama bertahun-tahun, lintas rezim?

Nama-nama mulai disebut.
Bukan rakyat kecil.
Bukan petani.
Tapi mereka yang memberi dan menikmati izin.

Karena itulah status bencana nasional tidak dibuka.

Ini buah simalakama dari kebijakan yang setengah hati.

Jepang pernah mengalami tsunami besar tanpa deklarasi serupa. Tapi Jepang punya ekonomi kuat, institusi bersih, dan hampir tidak ada permainan izin. Indonesia? Kita tahu jawabannya.

Sampai hari ini, tak satu pun orang dimintai pertanggungjawaban hukum.
Tak ada pejabat.
Tak ada pemegang izin.
Tak ada korporasi.

Kalau hukum tak berjalan, bencana ini akan berulang.
Kalau negara terus diam, alam akan berbicara—dengan cara yang lebih kejam.

Jika negara tak mau berkata jujur,
maka alam akan terus mengingatkan kita.

(Red-01/Foto.ist)

@koranjokowi.com

#Kabinet Klarifikasi 😛 #Malah sibuk klarifikasi dan wajarlah mrk gajinya dari rakyat

♬ Funny video “Carmen Prelude” Arranging weakness(836530) – yo suzuki(akisai)
Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?