Koranprabowo.id, Istana :
Kerap saya katakan, “Semua Presiden sebenarnya adalah orang baik, yang merusak biasanya adalah orang – orang terdekatnya”. Hampir sepekan ini , ditengah duka-cita dan recovery psikologis bencana di Sumatera utara, Sumatera barat dan Aceh. Hal ini muncul.
Ini bukan tentang ‘saling tudingnya’ pemerintah pusat , legislator dan pemerintah daerah. Juga bukan tentang saling tuding siapa penanggung-jawab banyaknya gelondongan kayu ‘ber-stempel’ terbawa longsor, atau adanya kepala daerah yang mengibarkan bendera putih di Aceh, dsb. Tapi ini karena ‘childist-nya/kekanak-kanakan seorang aspri Presiden Prabowo, yang berbekas hingga saat ini.

Namanya, Agung Surahman, karena membuat mini vlog melalui Instagramnya pada 1 Desember 2025 lalu mengenai rangkaian perjalanan kunjungan Presiden ke wilayah terdampak bencana di Sumatra. Pastinya ulah kekanak-kanakan ini dicemooh publik karena Agung sengaja menampilkan kemewahan fasilitas yang dinikmati sebagai Aspri di tengah penderitaan dan kelaparan korban bencana. Yang juga seharusnya haram dilakukan, apapun alasannya. ‘Buuuummmmm, publik pun bereaksi.
Alih-alih merespons dengan bijak, Cilakanya, Agung memilih untuk membalas kritik tersebut dengan nada yang dinilai angkuh oleh publik dan Warganet. Balasan tersebut, identik dengan ‘membela diri dan menyepelekan kekecewaan publik. Selayaknya, penyajian konten yang mengedepankan ‘pencitraan/branding personal dan kemewahan tidak dilakukannya. Sayang vlog ini sudah tiada, mungkin di hapus/take-down.

https://www.instagram.com/agung_surahman
Dalam video tersebut, Agung memulai konten dengan memperlihatkan alarm yang berbunyi pukul 04.21 WIB. Ia kemudian menampilkan rutinitas pagi, termasuk momen bersiap di kamar mandi . Agung juga memperlihatkan suasana di sekitar mobil kepresidenan serta interaksinya dengan Presiden Prabowo Subianto di dalam kendaraan.
Vlog kemudian berlanjut mengikuti seluruh rangkaian kunjungan Presiden ke sejumlah titik bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, mulai dari perjalanan darat, pesawat, hingga helikopter. Dalam beberapa adegan, Agung terlihat duduk bersama Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Namun gaya penyajian konten yang dinilai “ringan” dan terkesan seperti vlog perjalanan wisata inilah yang memancing kemarahan publik.

“Mas nggak malu kah? Digaji rakyat tapi ngonten di tengah bencana rakyat?” tulis salah satu akun. Akun lain menimpali, “Kalau pun digaji pribadi presiden, sprtinya enggak bangetlah klow harus gitu jg,sakjiw”, timpal akun Yos***
‘Ehehehe…

Sebelumnya, April 2025 nama Agung pun menjadi bidikan publik, karena Presiden Prabowo menjemputnya langsung dengan Pesawat Kepresidenan RI-1 di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, sebelum Prabowo bertolak ke Malaysia. Dan ini juga ‘dicemooh publik, kemudian di Instagram Story pribadinya, Agung menjelaskan bahwa penjemputan ini bersifat ‘mendadak’ dan sepenuhnya keputusan Presiden.
Agung juga mengatakan saat itu, Presiden sedang dalam perjalanan resmi ke Malaysia dan dirinya diminta untuk turut serta dalam rombongan tersebut. Apalagi jalur penerbangan memungkinkan singgah di Bengkulu, maka Presiden pun menjemputnya . Disisi lain tiket ke Kuala lumpur tidak ada saat itu, itu alasan Agung.

Agung yang merupakan putra Bengkulu, sebelum menjadi sekretaris pribadi Prabowo, mengungkapkan awal mula cerita dirinya ditunjuk sebagai sekretaris pribadi Prabowo. Saat itu, Agung yang mengikuti sekolah kader Gerindra dan kemudian ditunjuk langsung oleh Prabowo sebagai sekretaris pribadinya.

‘Kartu kuning ya Gung…
(Red-01/Foto.ist)
