Koranprabowo.id, PolitikHukum :

Sedang viral nih, Dr. Firdaus Oiwobo, SH, SHI, Mh pengacara ‘nyentrik’ kelahiran Jakarta, 7 Juli 1976 di sosial media mengatakan dia dan teman-temannya membentuk organisasi bernama ‘TERMUL’, kalau pun dia penggemar Jokowi namun TERMUL yang dimaksud bukan berarti ‘Ternak Mulyono’ namun adalah ‘TERMULIA’.

“Termul ini bukan sebutan hinaan namun Termulia dimata bangsa khususnya dimata Allah SWT. Membela keutuhan Bangsa atas provokasi yang dilakukan rombongan Roy Panci dan Rismon Petok. Kita libas mereka. Maka kami mengajak masyarakat bergabung bersama kami sekaligu sebagai upaya menjaga keutuhan bangsa. Logonya kami pakai simbol simpanse , bukan mahluk hina karena kecerdasannya hampir sama dengan manusia”, kata Firdaus.

Apapun, terus terang diantara pro-kontranya, saya pribadi merasa tertarik atas upayanya ini membela Jokowi dengan ‘gaya unik-nya’, saya pun mendaftar menjadi bagian dari ‘TERMUL’ ini. Dan menghimbau teman teman relawan yang dibawah organisasi untuk ikut mendukung. Sebelumnya, dia kepada media juga mengatakan jika mengikuti nasabnya , dia adalah cicit dari Sultan Ismail dan buyutnya Raja Sajari I sekitar Abad 13 hingga 14 sebelum masehi.

Dia juga mengaku sebagai kerabat Jokowi, karena pamannya menikah dengan adiknya Jokowi kalau pun tidak disebut siapa pamannya. Namun saya yakin dia adalah Prof. Dr. H. Anwar Usman, S.H., M.H – Hakim MK yang menikah dengan Idayati – adik tertua Jokowi thn.2022 lalu. Apalagi Anwar Usman kelahiran tgl. 31 Desember 1956 di Bima – NTB.

Sekitar tgl.10 Agustus 2025 , Dia dan teman-temannya (Organisasi Advokat Pembasmi,)melaporkan Roy Suryo dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya , untuk Roy Suryo dia melaporkan kasus pencurian aset negara dalam kasus Panci thn.2016 lalu, adapun Rismon dilaporkan tentang ujaran kebencian, eheheh.

Oh ya, dia adalah S1 Administrasi Negara di Universitas Islam Syekh Yusuf dan S1 Ilmu Hukum di Universitas Ibnu Chaldun. Selain sebagai pengacara, Firdaus juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk menjadi ketua ormas relawan militan Prabowo dan pernah menjadi kuasa hukum Persatuan Dukun se-Indonesia melabrak pesulap merah.

Saat bersidang membela kliennya, Razman Nasution melawan Hotman Paris Hutapea dia pun naik meja di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang kemudian menjadi viral di media sosial.  Atas hal ini pula, dia dipecat dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) pada 8 Februari 2025. ‘Jiaaah.

Ada satu pribahasa dari NTB yang sepertinya cocok untuknya, Sikut tangkong eleq awaq mesak (Ukur baju pada badan sendiri), yang memiliki makna agar kita bisa menghargai orang lain, tidak mudah menjelekkan orang lain.

‘Eheheh, gaskeun bang.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?