Koranprabowo.id, IstanaKabinet :
Sekolah Rakyat adalah salah satu program ASTA CITA presiden Prabowo – Wapres Gibran, untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem serta mengurangi angka putus sekolah.

Sekolah Rakyat memberikan pendidikan 100 persen gratis, termasuk asrama, makan, seragam, dan kebutuhan dasar lainnya. Seluruh biaya ditanggung oleh negara. Sedangkan sekolah biasa, baik negeri maupun swasta, umumnya hanya memberikan pembebasan biaya sebagian atau terbatas

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari asrama, laboratorium, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi, seperti iPad, untuk mendukung proses belajar-mengajar.
Data yang dihimpun oleh Koranprabowo.id dan Koranjokowi.com, Jumlah anak putus sekolah di Indonesia pada tahun 2024 lebih dari 4,6 juta orang.
Faktor-faktor penyebab putus sekolah beragam, tetapi yang paling dominan adalah masalah ekonomi keluarga dan akses pendidikan yang terbatas, terutama pada jenjang SD.

Pastinya ini seiring dengan Jumlah oarng miskin nasional yang sampai saat ini sekitar 24,06 juta, setara 8,5% dari jumlah penduduk. Namun versi Bank Dunia menunjukkan angka yang berbeda, yaitu 60,3% atau sekitar 171,8 juta jiwa, dan ini seharusnya menjadi koreksi dan catatan untuk kabinet saat ini , data mana yang valid.
Kami juga mencatat sebaran angka 4,06 juta usia anak putus sekolah, khususnya tingkat SD itu didominasi oleh
1.Jawa Barat ,provinsi dengan angka putus sekolah tertinggi, sebanyak 114.513 anak
2.Jawa Tengah – 59.662 anak.
3.Jawa Timur – 57.026 anak
4.Sumatra Utara – 39.553 anak

5.Sulawesi Selatan – 32.584 anak
6.Sumatra Selatan – 29.622 anak
7.Banten – 28.794 anak
8.Riau – 26.881 anak
9.Kalimantan Barat – 23.765 anak
dan ke 10. Adalah provinsi Lampung dengan 22.068 anak

Target di tahun 2025 ini akan dibangun 200 Sekolah rakyat di selurun Indonesia, dengan anggaran antara Rp.2-4 triliun untuk 20.000 siswa

Maka jika saja setiap tahun dibangun 200 sekolah hingga tahun 2029 mendatang akan ada 800 sekolah untuk menampung sekitar 80.000 – 100.000 siswa. Dengan asumsi anggaran lebih dari Rp.8 triliun.

Semoga program Sekolah Rakyat , Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih dapat dijalankan dengan amanah karena ada uang rakyat disana.
Apalagi kasus korupsi pengadaan laptop di Kemendikbudristek dengan nilai lebih dari Rp. 1,9 triliun saat ini masih menjadi trauma masyarakat.
(Red-01/Foto.ist)



GIBRAN – DEDI MULYADI2029:https://www.facebook.com/groups/1352370806000370
KORANPRABOWO FB :https://www.facebook.com/profile.php?id=61557277215737




